Larangan Mudik Usai, 31 Kereta Api Jarak Jauh Kembali Beroperasi

Larangan Mudik Usai, 31 Kereta Api Jarak Jauh Kembali Beroperasi

SURABAYA, SENAYANPOST.com -  Pasca larangan mudik, PT KAI Daop 8 Surabaya kembali mengoperasikan 31 kereta api jarak jauh untuk melayani penumpang Paska lebaran. Sebelumnya, puluhan kereta berbagai tujuan terpaksa diberhentikan menyusul adanya larangan mudik dari pemerintah. 

Ke-13 kereta api tersebut masing-masing 15 kereta dari Stasiun Gubeng Surabaya, 8 kereta dari Stasiun Pasar Turi dan 8 kereta dari Stasiun Malang.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif menyatakan, pengoperasian 31 kereta api jarak jauh ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Untuk calon penumpang misalnya, wajib melakukan tes Covid-19 sebelum berangkat. 
Mereka bisa menggunakan Genose C19 maupun rapid test antigen. Hal ini sebagaimana diatur dalam addendum Surat Edaran Nomor 13 tahun 2021 yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 pusat.

"Pelanggan KA jarak jauh harus melampirkan surat keterangan bebas Covid-19, berupa surat keterangan negatif RT-PCR atau rapid test antigen atau GeNose C19 yang diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam," kata Luqman Arif, Rabu (19/5/2021). 

Pihaknya juga mengimbau masyarakat pengguna kereta api agar tiba lebih awal di stasiun, mengingat masih harus melakukan tes Covid-19 di stasiun setempat. 

"Kami imbau kepada pelanggan yang akan menggunakan layanan rapid test antigen dan Genose C19 agar melakukan pemeriksaan tidak mepet dengan jadwal keberangkatan kereta untuk menghindari keterlambatan," ujarnya.

Adapun untuk harga tes Covid-19 yang disiapkan PT KAI pun tak mengalami perubahan selama masa pengetatan mudik kembali. 

"Untuk membantu melengkapi syarat surat bebas Covid-19 tersebut, KAI menyediakan layanan rapid test antigen seharga Rp85.000 di lima stasiun dan pemeriksaan GeNose C19 seharga Rp30.000 di tujuh stasiun," katanya.

Luqman Arif menjelaskan ada sejumlah stasiun di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya yang melayani tes Genose C19, yakni Stasiun Bojonegoro, Lamongan, Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, Mojokerto, Sidoarjo dan Stasiun Malang. Sedangkan untuk pemeriksaan rapid test antigen ada lima lokasi, yakni Stasiun Pasarturi, Surabaya Gubeng, Sidoarjo, Mojokerto dan Stasiun Malang.

"Kami juga tidak akan menizinkan keberangkatan jika ada penumpang yang hasil tes rapidnya menunjukan hasil postif dan akan mengarahkan penumpang tersebut ke loket untuk membatalkan keberangkatan," tandasnya. (Jo)