Parlemen

LaNyalla Imbau Warga Jatim Tak Memperkeruh Perseteruan Khofifah Vs Risma

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengimbau masyarakat Jawa Timur tidak ikut memperkeruh perseteruan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Senator asal Jawa Timur itu menilai, perbedaan pendapat antara Khofifah dan Risma adalah hal yang biasa terjadi antar pemimpin atau pejabat.

Meski LaNyalla tak menampik adanya persaingan antar kedua pemimpin wanita di Jawa Timur itu. Yang terpenting baginya Khofifah-Risma punya niat yang sama untuk berbuat kebaikan dalam penanganan pandemi COVID-19 di wilayah Jawa Timur.

“Saya kira biasa beda pendapat yang penting beliau-beliau punya niat yang sama untuk kebaikan Jawa Timur,” tagas LaNyalla, Kamis (7/5/2020).

Untuk itu, LaNyalla mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memperkeruh suasana dan tidak menenggap kejadian itu sebagai persaingan.

Sebab, kata LaNyalla, dalam pengambilan kebijakan, tentu perbedaan pandangan pasti saja terjadi. “Hanya saja mungkin terlihat seolah-olah ada persaingan antara Gubernur dengan Walikota Suarabaya itu,” tutur LaNyalla.

Untuk diketahui, aroma persaingan dan aksi saling sindir antara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini sempat terendus masyarakat.

Sepekan terakhir di media sosial Twitter ramai membahas rivalitas kedua pemimpin perempuan ini terkhusus dalam penanganan wabah virus corona (COVID-19) di daerah yang dipimpin keduanya itu.

Dari sekian perseteruan itu, diketahui terdapat salah satu kasus yang amat menonjol seolah adanya persaingan popularitas diantara kedua perempuan hebat itu.

Hal itu adalah ketika Risma menempatkan petugas sterilisasi di 19 titik pintu masuk Surabaya.

Selanjutnya, Khofifah diduga menyindir Risma dengan menyebut Pemkot Surabaya menerapkan PSBB tanpa koordinasi dengan Pemprov Jatim. Khofifah merasa ‘dilangkahi’ Risma. Bahkan Khofifah menganggap hal itu bukan urusan sederhana.

Mendengar sindiran Khofifah, Tri Rismaharini kemudian menarik petugas sterilisasi di 19 pintu masuk Surabaya tersebut. Alhasil terjadilah peluang impor wabah dari daerah lain maupun dari luar negeri ke Surabaya.

Anehnya, setelah Risma menarik petugas sterilisasi tersebut Pemprov Jatim bekerjasama dengan Polda Jatim justru meniru apa yang sudah dilakukan Pemkot Surabaya yang sebelumnya disindir oleh Gubernur Khofifah itu.

Belakangan, diketahui Khofifah tak ingin adanya polemik berkepanjangan, Gubernur Jatim itupun mengutip salah satu pesan bijak dari Imam Al-Ghazali yang menyebut, tugas pemimpin adalah melindungi nyawa dan jiwa rakyatnya.

Khofifah menegaskan, dirinya bersama semua perangkat yang ada di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim bekerja untuk menyelamatkan jiwa rakyat Jatim. “Jadi saya mohon untuk tidak berpolemik,” katanya di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (2/5/2020) lalu. (WS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close