Peristiwa

Lantik 1.994 Orang Muda Praja IPDN, Wapres: Indonesia Butuh Banyak Pemimpin

SUMEDANG, SENAYANPOST.com – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menyampaikan selamat kepada 1.994 orang calon Muda Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXIX. Sebab, dari sekitar 44.000 pendaftar, hanya 1.994 yang berhasil melalui rangkaian tes hingga pada akhirnya dilantik.

“Selamat kepada anak-anakku sekalian yang hari ini memulai dan telah dilantik menjadi muda praja IPDN. Anda merupakan calon-calon yang terbaik dari 44.000 calon yang mendaftar. Artinya, hanya kurang lebih lima persen dari yang mendaftar yang dapat hadir dan dilantik,” kata JK.

Hal tersebut disampaikan JK yang bertindak sebagai inspektur upacara pelantikan di Lapangaan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat (Jabar), Jumat (2/11/2018).

“Anda tentu punya masa depan yang sangat baik. Sebagai calon pamong praja, Anda yang akan berhadapan dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Wapres, Kampus IPDN merupakan tempat menggembleng pengetahuan dan semangat. Ia mengharapkan para muda praja dapat menjalankan dan mengikuti secara disiplin setiap pendidikan. Seluruh guru dan instruktur, lanjut JK, akan membawa muda praja ke jalan terbaik.

“Jalan untuk menjadi pemimpin. Sebagai bangsa yang besar dengan penduduk 265 juta orang, tentu membutuhkan banyak pemimpin dari tingkat bawah ke atas. Kita semua tahu, karier Anda sebagai pamong praja sangat baik dan bermanfaat. Karena itu harus dilaksanakan pendidikan ini dengan sebaik-baiknya,” tegas JK.

Ia mengingatkan bahwa dunia berkembang sangat cepat. Dibutuhkan pengembangan teknologi. Tuntutan masyarakat menjadi beragam. Pemerintah menghadapi situasi berbeda dengan situasi masa lalu. Otonomi pemerintahan daerah (pemda) sudah semakin baik, termasuk demokrasi, keterbukaan, dan teknologi.

“Pemerintahan juga sangat berubah. Pada masa lalu, masa sentralistik, anggaran terbesar ada di pusat. Sekarang yang terbesar anggaran daerah. Anggaran daerah pun bertingkat diberikan, mulai dana desa, dana kabupaten/ kota, dana provinsi,” jelas Wapres.

Jiwa Kesatuan

Ia menuturkan, muda praja IPDN bakal melaksanakan otonomi dengan jiwa kesatuan NKRI. Tanpa jiwa itu, menurutnya, Indonesia berpotensi terpecah belah.

“Tugas Anda semua jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu, dalam beberapa tahun terakhir, tamatan IPDN ditugaskan bukan di daerah asal, tetapi daerah yang berbeda agar kita tahu kita bangsa besar, dan kita tahu masalah-masalahnya,” tutur JK.

Di Kampus IPDN, masih kata JK, muda praja IPDN bukan hanya belajar sistem pemerintahan.

“Namun juga belajar bagaimana bangsa besar ini dalam bentuk Bhinneka Tunggal Ika. Bagaimana perbedaan bukan melemahkan kita, tetapi memperkuat kita. Saya yakin Anda semua dapat melaksanakan itu. Penuh disiplin, keseriusan, dan tentu mendapat bimbingan dari para guru serta instruktur,” ungkapnya.

Wapres juga telah mengetahui, muda praja sebelum dilantik, mendapat pelatihan disiplin kepolisian dan akademi militer. Tentu disiplin sangat penting untuk dimiliki setiap pamong praja.

“Bahwa seorang pamong praja, disiplin tentu bukan disiplin militer tetapi disiplin yang dekat dengan rakyat,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah lulus, para pamong praja akan menjadi perangkat pemerintah daerah (pemda).

Mulai dari lurah, camat, bupati, gubernur, dan menteri. “Karier sebagai pamong praja penuh kedaulatan yang baik. Semua tergantung pada sikap perilaku dan kemampuan Anda semua. Semoga Anda semua berhasil sebagai putra putri terbaik yang memimpin pemerintahan dari Sabang sampai Merauke,” pungkas JK.

Pelantikan di antaranya dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, pejabat eselon I dan II Kementerian Dalam Negeri, Civitas Akademika IPDN, Wagub Jabar Uu Ru Ruzhanul Ulum, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close