Lancarkan Serangan Udara Pertama di Suriah, Biden Peringatkan Iran

Lancarkan Serangan Udara Pertama di Suriah, Biden Peringatkan Iran
Serangan Udara

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Jumat (26/2/2021) mengatakan, ada pesan di balik serangan udara pertama di Suriah. Ia berujar, serangan di Suriah timur itu adalah untuk memperingatkan Iran. 

"Anda tidak bisa bertindak dengan impunitas. Hati-hati," katanya di Houston dikutip dari AFP. 

Sebelumnya, sekretaris pers Biden, Jen Psaki menyebut serangan itu sebagai pesan jelas bahwa Biden akan bertindak untuk melindungi orang-orang Amerika. 

"Dan ketika ancaman masuk, dia punya hak mengambil tindakan pada waktu dan cara yang dipilihnya," ujar Psaki. 

Pentagon berujar, serangan udara pada Kamis (25/2/2021) yang menurut kelompok pemantau perang Suriah menewaskan 22 milisi, adalah tanggapan rangkaian serangan roket yang menargetkan tentara AS di Irak. 

Salah satu serangan itu terjadi di kompleks militer ibu kota wilayah Kurdi, Arbil, pada 15 Februari. 

Serangan tersebut menewaskan seorang warga sipil dan kontraktor asing yang bekerja dengan pasukan koalisi, serta melukai beberapa kontraktor AS dan satu tentara. Psaki lalu melanjutkan, serangan itu disengaja dan tujuan Biden adalah untuk mengurangi pergerakan musuh di Suriah dan Irak. 

Juru bicara Pentagon, John Kirby, menerangkan bahwa dua unit jet F-15E Strike Eagles menjatuhkan 7 bom presisi, yang menghancurkan total 9 fasilitas dan 2 fasilitas lain yang sebagian rusak. 

Kirby menambahkan, lokasi yang ditargetkan di dekat perbatasan Suriah-Irak itu diketahui memfasilitasi aktivitas kelompok milisi yang berpihak ke Iran. Pentagon juga disebutnya memiliki rincian awal tentang jumlah korban, tetapi tak mau mengungkap angkanya.