Lintas Daerah

Lampung Masuk 4 Besar Provinsi Potensi Radikalisme Tertinggi di Indonesia

LAMPUNG, SENAYANPOST.com — Provinsi Lampung masuk peringkat empat provinsi (dengan) potensi radikalisme tertinggi di Indonesia. Kabar mengejutkan itu harus ditangkal dan ditangani serius.

“Dibutuhkan pelibatan aktif seluruh elemen masyarakat dan para tokoh adat 32 etnis yang subsisten di Lampung demi meredam potensi radikalisme. Apalagi, para pelaku yang rentan terpapar potensinya dari unsur milenial, mahasiswa dan pelajar,” ujar Direktur LBH Bandarlampung, Alian Setiadi, di Bandarlampung, Kamis (16/8/2018).

Menurut dia, basis historis multikulturalisme Lampung sebagai daerah transmigrasi tertua di Indonesia turut bersumbangsih terhadap picu konflik sosial yang dalam banyak studi kasus dilatari letup konflik sengketa agraria.

“Pada prinsipnya, Lampung wilayah transmigrasi pada pemerintahan Orde Baru sehingga masyarakat Lampung sangat beragam. Selain suku Lampung asli, terdapat warga pendatang, Jawa, Bali, Batak, Padang, dan lain-lain. Jadilah Lampung wilayah masyarakat majemuk,” sebut dia.

Sehingga, lanjut dia, akan banyak faktor pemicu konflik ketika pemerintah tidak hadir dalam ragam situasi yang diharapkan masyarakat. “Karena Lampung juga daerah (dengan) konflik agraria yang banyak. Belum lagi Lampung terkenal sebagai wilayah “penyumbang” pelaku begal, hingga jadi wilayah rawan konflik,” sambungnya.

Dari berbagai macam isu, pemerintah harus hadir dalam menyelesaikan kasus-kasus tersebut. “Banyak yang sudah dilakukan. Rembug Pekon, rembug adat, dan sebagainya. Sehingga dalam penyelesaian konflik sosial semua elemen masyarakat dan tokoh-tokoh adat juga harus dilibatkan. Potensi radikalisme akan dapat diredam dan berkurang,” jelasnya.

Sebelumnya, berdasarkan survey Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) pada November 2017, lima provinsi dengan radikalisme tertinggi adalah Bengkulu (58,58%), Gorontalo (58,48%), Sulawesi Selatan (58,42%), Lampung (58,38%), dan Kalimantan Utara (58,30%).

Masuknya Lampung dalam jajaran wilayah potensi radikalisme di luar dugaan banyak pihak. Karena selama ini pergerakan kaum radikal tersebut tidak begitu menonjol. Namun, seteleh diselidiki terdapat 101 orang di Lampung yang terindikasi sebagai simpatisan Islamic State (IS) yang tersebar di 11 kabupaten. (AF)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close