DaratTransportasi

Lalin Nagreg-Garut Padat, Sistem Satu Arah Menuju Bandung Ditunda

Nagreg – Kepadatan kendaraan yang terjadi di sepanjang jalur Cileunyi, Rancaekek, Cicalengka hingga Nagreg Kabupaten Bandung, didominasi kendaraan roda empat khususnya dari luar kota. Pemberlakuan sistem satu arah menuju Bandung akhirnya ditunda.
Saat ini, petugas memberlakukan sistem buka tutup ke arah Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut. Hingga kini, kemacetan masih terjadi.
“Sistem buka tutup masih digunakan oleh petugas di lapangan, karena simpul kemacetan terjadi di Limbangan Garut dan Kadungora Garut,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dedi Taufik saat dihubungi, Kamis (7/7/2016).

Kendaraan dari Cagak Nagreg menuju Garut (Masnurdiansyah)

Dari pantauan di lapangan, butuh waktu 90 menit menggunakan kendaraan roda dua dari Cicalengka hingga tiba di Nagreg. Namun, kepadatan kendaraan belum terurai saat memasuki Cagak Nagreg.
Pada pukul 16.00 WIB, kendaraan ke Garut Kota dan Limbangan Garut masih terpantau padat merayap, bahkan sempat diam beberapa saat. Hal itu dikatakan Dedi karena sistem buka tutup yang diberlakukan memprioritaskan kendaraan yang datang dari arah Barat menuju Timur atau Bandung ke Garut sehingga dari sebaliknya kendaraan di tahan lebih lama.
“Jadi ada penundaan pergerakan kendaraan dari Timur ke Barat, itu ditahan dulu. Untuk pemberlakuan One Way (satu jalur) dari arah Barat ke Timur karena situasi arus lalin cukup mengalami kemacetan yang panjang, itu diprioritaskan agar kendaraan bisa terus berjalan,” jelasnya.

Kendaraan dari Cagak Nagreg menuju Garut (Masnurdiansyah)

Sejak pagi, kemacetan sudah terjadi dari Cibiru Kota Bandung hingga memasuki kawasan Rancaekek. Kini sedikit demi sedikit menurutnya kendaraan bisa bergerak. Namun untuk Cicalengka hingga ke Nagreg ini masih diupayakan agar arah Bandung ke Garut bisa segera terurai. Selam adi perjalanan, lagi-lagi pelat B (Jakarta) roda empat mendominasi ruas jalan tersebut.
“Nagreg saat ini masih padat namun dalam kondisi kendaraan berjalan. Harus diingatkan saat ini jalan padat dipenuhi oleh para pemudik lokal, petugas kami di lapangan melaporkan mereka datang dari sekitaran Bandung, Cianjur, dan Bogor yang kedua bergerak menuju Kabupaten Tasikmalaya dan Garut,” terang Dedi.
Butuh perjuangan untuk dapat bisa tiba di kawasan Nagreg. Kendaraan mengular dari Cicalengka sekitar 10 km hingga di jalur Nagreg. Padahal jika dalam kondisi normal bisa ditempuh dalam kurun waktu 15-30 menit.
(dtc)

KOMENTAR
Lihat selanjutnya
Close