Catatan dari Senayan

Lakon Arcandra

Rasanya dalam waktu sepekan kemarin selain khusyuk menyimak peringatan 71 tahun kemerdekaan Indonesia, perhatian kita juga tersita dengan berita tentang Arcandra Tahar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dijabat Acandra hanya selama 20 hari, kemudian ia diberhentikan dengan hormat lantaran ketahuan berkewarganegaraan ganda.
Perbicangan di kantor-kantor, warung kopi, di pesawat dan banyak tempat lainnya semuanya tentang “lakon Archandra”. Banyak yang membela, tak sedikit pula yang mengecam Arcandra dan lembaga kepresidenan. Membela karena Arcandra orang baik, cerdas, dan pintar. Mengecam karena “kebodohannya” tidak mau berterus terang ihwal kewarganegaraannya sebelum dilantik.
Pergunjingan tentang Arcandra menjadi liar ketika out of context dari isu awalnya. Ada yang menyebut Arcandra hanya korban dari perang mafia minyak, ada yang menuding Presiden Jokowi dan para pembantunya ceroboh, bahkan ada yang memunculkan isu adanya wacana impeachment terhadap Presiden.
Berlebihan memang. Tapi itulah fakta yang mencuat mengiringi. Banyak yang menumpangi lakon Arcandra dengan berbagai kepentingan masing-masing.
Hikmahnya, kita semakin banyak menemukan putra-putri bangsa yang cemerlang dan berpresatasi di manca negara. Juga bagian introspeksi ihwal kecermatan administrasi di lembaga kepresidenan.
Ternyata Arcandra mengambil warga negara Amerika untuk kepentingan persyaratan sebagai pemegang hak paten beberapa temuan geniusnya di bidang minyak dan energi di sana.
Klimaks dari lakon, banyak pihak ingin proses penyelesaian kewarganegaraan Arcandra segera beres. Seperti halnya cerita dalam film Indonesia, semuanya berakhir dengan “happy ending”. Lakon Arcandra akan berakhir dengan kemenangan jagoannya. Banyak yang berharap Arcandra dilantik kembali sebagai Menteri ESDM.
Salam,

KOMENTAR
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close