Peristiwa

Lahan dan Hutan Terbakar di Batanghari 189 Hektare

JAMBI, SENAYANPOST.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, mencatat ada 75 titik api yang tersebar di 7 kecamatan dengan luas lahan terbakar mencapai 189 hektare selama Agustus ini.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Batanghari, Makmun mengatakan, dari 8 kecamatan di Kabupaten Batanghari, 7 kecamatan yang merupakan yang terdampak karhutla. “Titik api yang terbanyak, yaitu di Kecamatan Bathin XXIV dan Kecamatan Muara Bulian,” katanya, di Batanghari, Jambi, Minggu (25/8/2019).

Menurutnya, hingga kini kasus kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di Kabupaten Batanghari terus terjadi, bahkan kian meluas. Dari data yang terhimpun, Agustus ini paling banyak titik api yang ditemukan dibanding Juli lalu yang mencapai 17 titik api dengan luas lahan terbakar 17,3 hektare.

Penyebab kebakaran lahan dan hutan tersebut tak lain 90 persen disebabkan ulah manusia yang membuka lahan dengan cara dibakar. “Tertotal dari Juli – 23 Agustus ada 92 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai 206,3 hektare yang terbakar,” sebutnya.

Dia menyebut, Kasus kebakaran lahan terakhir yang sulit dipadankan, yaitu di Kelurahan Muara Singoan, Simpang Kilangan, Muara Bulian dan Tahura. “Di Muara Singoan sulit dipadamkan lantaran akses jalan menuju ke sana tak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Sama halnya di Tahura, hanya saja sudah berhasil dipadamkan,” ujarnya.

Untuk akses yang tak bisa dijangkau dengan kendaraan dan kesulitan sumber air, pihaknya meminta bantuan pemadaman dengan Waterbombing. Sejauh ini sudah dua kali meminta bantuan pemadaman dari udara, yaitu di Tahura dan Bukit Tigabelas.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. “Karena sangat merugikan orang banyak, dan pelakunya bisa dijerat hukum,” pungkasnya. (*)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close