Lintas Daerah

Labfor Polda Jatim Selidiki Ambruknya Jembatan Widang

TUBAN, SENAYANPOST.com – Polda Jatim terus melakukan penyelidikan terkait dengan ambruknya jembatan Widang-Babat Kecamatan Widang Kabupaten Tuban yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia itu.

Saat ini Tim Laboratorium forensik(Labfor) Polda Jatim bersama dengan tim Indetifikasi dari Polres Tuban diterjunkan untuk kembali melakukan identifikasi dan olah TKP (tempat kejadian perkara).

Sampai dengan saat ini belum diketahui secara pasti apa yang mengakibatkan jembatan akses nasional itu mengalami ambruk.

Baca juga: PUPR: Jembatan Babat Daya Tahan Maksimal 45 Ton, Dilewati Beban120 Ton

Proses olah TKP dilakukan oleh beberapa tim dari Labfor dan juga tim Identifikasi Polres Tuban sejak pagi tadi.

Pemeriksaan dilakukan dari titik patahan jembatan bengawan solo itu yang membuat tiga kendaraan dump truk terjebur ke dalam bengawan itu.

“Untuk penyebabnya ini masih dalam proses penyelidikan oleh kita. Kita masih dalami ini,” terang Irjen Pol Machfud Arifin, Kapolda Jawa Timur saat meninjau jembatan Widang-Babat yang ambruk itu, Rabu (18/4/2018).

Baca juga: Dua Sopir Truk Tewas Akibat Jembatan Widang Ambrol

Kapolda menyatakan bahwa memang jembatan Widang-Tuban yang digunakan untuk jalur dari Surabaya menuju Tuban itu usianya sudah tua.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah ada kelalaian atau tidak dalam kejadian ambruknya jembatan tersebut.

“Ya ini barang tua, perlu kontrol semua, ini di bangun tahun 83 dan yang satunya tahun 98. Ini adalah memang jalan nasional yang setiap hari selalu dilalui, perlu untuk dikontrol setiap saat,” tambahnya.

Hingga saat ini proses upaya untuk melakukan evakuasi kendaraan yang terjebur di dalam bengawan solo itu masih terus dilakukan oleh petugas.

Baca juga: BBPJN Investigasi Ambruknya Jembatan Widang

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo akan membantu penanganan ambruknya Jembatan Cincin Lama pada Ruas Jalan Bts. Kab Tuban-Widang, yang secara teknis akan dilakukan oleh Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim.

“Kewenangan jembatan di jalan arteri tersebut ada di Kementerian PU. Kami tidak ingin jalur distribusi barang terganggu, karena akan menaikkan harga barang,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (18/4/2018).

Bisa saja, lanjutnya, Pemprov Jatim nantinya memberikan besi-besi atau baja di atas jembatan, sehingga kendaraan tetap bisa lewat. Pemprov juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menghindari double account, mengingat jembatan tersebut merupakan kewenangan pusat.

Tentang penyebab runtuhnya jembatan, Pakde Karwo mengatakan masih dipelajari oleh Kementerian PU. Analisis sementara, diperkirakan karena beban yang terlalu berat.

“Karena jembatan timbang tidak diberlakukan, sehingga kendaraan menjadi berat sekali dan overload. Itu salah satu yang jadi analisisnya. Tetapi apa karena itu, masih belum diputuskan penyebabnya,” tuturnya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close