Internasional

Kuwait: Memalukan, Palestina Hadapi Israel Sendirian

KUWAIT CITY, SENAYANPOST.com – Ketua Parlemen Kuwait, Marzouq al-Ghanim menyerukan agar dunia Arab, Islam dan internasional bertindak untuk menekan Israel. Seruan itu disampaikan setelah polisi Israel menyerang jamaah di Masjid al-Aqsa pada Idul Adha lalu.

“Serangan brutal yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Zionis terhadap jamaah di halaman Masjid al-Aqsa, pada pagi hari Idul Adha sekali lagi membuktikan runtuhnya seruan palsu untuk perdamaian, dan proyek-proyek pemukiman kosong, dengan entitas pendudukan yang hanya tahu logika penindasan dan kekerasan,” kata al-Ghanim dalam sebuah pernyataan.

“Sangat memalukan dan tercela untuk meninggalkan Palestina menghadapi musuh sendirian tanpa bantuan dan dukungan,” lanjutnya.

“Mempertahankan entitas perampas ini adalah kewajiban agama dan bagian dari nasib kita, jika kondisi militer kita tidak menguntungkan, ini tidak mencegah tindakan setiap hari pada tingkat politik, budaya dan hak asasi manusia melemparkan Badan-badan Arab, Islam dan internasional,” tukasnya seperti dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (13/8/2019).

Al-Ghanim dikenal karena dukungannya untuk Palestina dan penolakannya atas serangan Israel terhadap Palestina dan situs-situs suci umat Muslim. Pada Oktober 2017 dia mengatakan kepada delegasi Israel untuk meninggalkan konferensi Inter-Parliamentary Union (IPU) yang sedang diadakan di Rusia.

“Kamu harus mengemas tasmu dan keluar dari aula setelah kamu melihat reaksi parlemen terhormat dunia,” ucapnya.

“Keluar dari aula sekarang jika kamu memiliki atom yang bermartabat. Kamu penjajah, pembunuh anak-anak,” imbuhnya.

Dia melanjutkan: “Aku berkata kepada penjajah yang brutal, jika kamu tidak merasa malu, maka lakukan sesukamu.”

Dia kembali ke Kuwait beberapa hari kemudian untuk menyambut pahlawan dan dipuji oleh Emir Kuwait Sabah al-Ahmad al-Sabah.

Shalat untuk Idul Adha, yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia, diadakan di Masjid al-Aqsa pada hari Minggu tetapi dinodai oleh pemukim Israel yang menyerbu situs suci umat Muslim itu.

“Sejak pagi, lebih dari 1.729 pemukim Yahudi telah memasuki kompleks,” Firas Al-Dibs, juru bicara Otoritas Endowmen Keagamaan Yerusalem dalam sebuah pernyataan.

“Serbuan pemukim didukung oleh petugas polisi Israel,” katanya.

Pasukan pendudukan Israel menggunakan gas air mata, peluru berlapis karet, dan pentungan untuk membubarkan umat Muslim agar memberi jalan bagi orang Yahudi untuk menyelesaikan ritual mereka di lokasi.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close