Nasional

Kurangi Impor , Dahana Akan Bangun Pabrik Bahan Peledak Terbesar di ASEAN Rp 2,4 triliun

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Untuk mengurangi angka impor, PT Dahana (Persero) fokus menggenjot produksi komponen bahan peledak di dalam negeri. Salah satunya adalah dengan membangun pabrik bahan peledak terbesar di ASEAN dengan total investasi diperkirakan mencapai Rp 2,4 triliun.

Investasi tersebut akan dipergunakan untuk membangun dua pabrik, yakni pabrik elemented detonator dan pabrik propelan di Subang, Jawa Barat.

Nantinya pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi mencapai 8 juta pcs per tahun. Ditargetkan pembangunan ini akan rampung pada 2022.

“Kapasitas pabrik elemented detonator diperkirakan 8 juta pcs per tahun. Untuk kontraktor masih dalam proses pemilihan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Selain pembangunan pabrik tersebut, di lokasi yang sama pihaknya juga akan membangun pabrik spherical powder propelan dengan kapasitas mencapai 600 ton per tahun. Pembangunan pabrik ini nantinnya akan menjadi proyek paling strategis mengingat selama ini Indonesia masih impor untuk bahan baku peluru.

“Propelan itu sangat strategis kita sekarang impor popelan untuk bikin peluru. Sekarang kita impor. Kalau kita bikin pabrik, jadi lebih kokoh. Setiap prajurit 14 butir pertahun sekarang bisa mungkin 2 kali lipatnya,” jelas Budi.

Sementara, nilai investasi yang akan disiapkan Perseroan untuk membangun pabrik propelan yakni sebesar Rp2,3 triliun. Adapun dana tersebut nantinnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pertahanan.

Adapun target penyelesaian untuk proyek tersebut direncanakan selesai pada 2023 mendatang. Sementara untuk kontraktornya sendiri masih belum ditentukan dan akan ditunjuk langsung oleh Kementerian Pertahananan.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close