Internasional

Kunjungi PBNU, Anwar Ibrahim Bahas Islam Damai dan Antiterorisme

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj dan Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menggelar pertemuan di kantor PBNU, Minggu. Dalam pertemuan itu keduanya membahas tentang Islam yang damai dan antiterorisme.

“Silaturahmi dan menyamakan persepsi antara Indonesia dan Malaysia perihal Islam itu seperti apa dan alhamdulilah kita memang banyak persamaan soal Islam ini. Persepsi Islam nusantara, Islam yang damai, Islam antiterorisme, Islam antikekerasan radikalisme, rasisme,” kata Said di Jakarta.

Pertemuan itu digelar sekitar 1 jam dimulai pukul 20.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Menurut Said, Indonesia bersama dengan Malaysia dan Brunei Darussalam bersepakat untuk tidak mudah menuduh seseorang kafir selagi orang tersebut masih beribadah dengan benar.

“Bersama Malaysia, Indonesia dan Brunei memiliki persepsi yang sama bahwa kita tidak boleh mudah mengkafirkan orang lain selama orang tersebut masih salat, memiliki kiblat yang sama, dan memiliki syahadat yang sama. Serta pergi haji ke Mekah. Prinsip kita sama semua menjaga Islam yang sama, menjaga Islam yang damai dan Islam yang berbudaya,” ujarnya.

Kemudian, Anwar Ibrahim mengingatkan masa pemerintahan mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menunjukan Islam bertoleransi atas banyaknya budaya dan agama di tanah air. Dia berharap umat Islam terus menunjukkan sikap yang toleran seperti yang dipopulerkan Gus Dur.

“Kita fokus satu tujuan ke sini untuk meningkatkan pemahaman supaya Islam itu menunjukkan keupayaan lebih baik, oleh karena itu saya datang ke sini untuk kita kebih memanfaatkan persahabatan kita dan saya yakin dibawah kepemerintahan bu Azizah (Wakil PM Malaysia Wan Azizah) ini bisa, dan ini akan terlaksana terutama dalam menghadapi tantangan baru ini, karena dunia sekarang ini melihat ke Indonesia karena memiliki jumlah umat Islam terbesar,” kata Anwar.

“Kita tentu harus mengupayakan ini dalam berbagai bidang pendidikan kebudayaan. Gus Dur pernah mempopulerkan Islam kultural ini bukti bahwa memang Islam itu rahmatanlil alamin, bahwa Islam itu demokratis, adil, sejajar, kesetaraan, kepada selurum umat Islam, Kristen, Hindu, Buddha yang menjadi warga negara. Tentu saya sangat berharap ini bisa untuk masa depan insyaallah kerja sama dalam hal ini bisa terlaksana,” urainya.

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close