Ekonomi

KUMKM dan BPR Lampung Diharapkan Manfaatkan Pembiayaan Bunga Murah

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) berharap Provinsi Lampung maksimal menyerap dana bergulir yang disediakan negara.

“Karena pada tahun 2017 lalu, LPDB tidak mencatat adanya realisasi pencairan dana bergulir di Provinsi Lampung,” kata Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/8/2018).

Padahal, lanjutnya, sejak tahun 2008 hingga 2016, LPDB telah menyalurkan sekitar Rp154,89 miliar dana bergulir untuk Provinsi Lampung.

Braman berharap, dari pengalokasian dana bergulir LPDB, koperasi dan UMKM dapat lebih berkembang. Sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional, mengurangi angka pengangguran, serta mensejahterakan masyarakat.

“Kami harapkan sosialisasi dan bimbingan teknis yang kami lakukan dapat membantu para pelaku usaha koperasi dan UMKM mengajukan pinjaman atau pembiayaan dana bergulir ke LPDB. Juga menjadi perhatian bagi Dinas yang membidangi koperasi dan UKM di Lampung untuk mendukung KUMKM potensial di wilayah binaannya,” ujar Braman.

LPDB, jelas Braman, merupakan satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM yang berbadan hukum Badan Layanan Umum (BLU), dengan tugas pokok melaksanakan pengelolaan dana bergulir untuk pinjaman/pembiayaan KUMKM sesuai peraturan perundang-undangan.

Secara akumulasi, penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM sejak September 2008 hingga Agustus 2018, total tersalur Rp8,53 triliun kepada 1.017.481 UMKM. Di mana, hingga kini terdaftar 76 mitra koperasi sekunder, 2.547 mitra koperasi primer, 371 mitra LKBB dan LKB, serta 1.307 UMKM Strategis. Dengan serapan tenaga kerja mencapai 1.853.988 orang.

Braman melanjutkan, suku bunga kredit perbankan tahun 2018 saat ini rata-rata sekitar 17%. Namun LPDB hadir sebagai solusi pembiayaan bagi koperasi dan UMKM untuk dapat mengakses pembiayaan dengan bunga murah.

Suku bunga yang berlaku di LPDB saat ini untuk program Nawacita 4,5% (Pertanian, Perikanan, dan Perkebunan) atau 0,2% per bulan; sektor riil 5% (KUMKM sektor manufaktur, kerajinan, industri kreatif)atau 0,27% per bulan ; simpan pinjam 7% sliding (koperasi simpan pinjam, LKB, LKBB, dan BLUD); dan bagi hasil maksimal 40:60 % untuk pembiayaan syariah (KSPPS/USPPS, LKB syariah, LKBB syariah). (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close