Kuartal IV-2021, Ekonomi Indonesia Diyakini Pulih secara Penuh

Kuartal IV-2021, Ekonomi Indonesia Diyakini Pulih secara Penuh
Ilustrasi

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Direktur riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah memprediksi perekonomian Indonesia akan pulih secara penuh pada kuartal IV tahun depan seiring dengan akan tersedianya vaksin. Dengan kondisi itu diharapkan pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi ketimbang tahun ini.

“Adanya vaksin akan meningkatkan keyakinan pandemi akan berakhir tahun depan sehingga pemulihan ekonomi bisa dimulai,” katanya, dikutip dari Antara, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Piter menyatakan pemulihan ekonomi akan membutuhkan waktu sekitar tiga sampai enam bulan sehingga jika vaksin tersedia pada awal tahun maka diperkirakan ekonomi benar-benar pulih pada kuartal IV.

Piter menuturkan meski perekonomian pulih secara penuh pada kuartal IV namun kebangkitan ekonomi akan mulai dirasakan sejak kuartal II karena ketersediaan vaksin mendorong euforia masyarakat. Aktivitas perekonomian akan semakin meningkat dibanding saat ini sehingga konsumsi terakselerasi dan diikuti secara perlahan oleh kebangkitan dunia usaha dan investasi.

Oleh sebab itu, ia menyarankan agar pemerintah dapat memanfaatkan momentum euforia masyarakat tersebut salah satunya dengan melanjutkan berbagai program stimulus secara lebih terencana dan tepat sasaran.

“Perekonomian bisa tumbuh Lebih tinggi apabila pemerintah bisa memanfaatkan momentum euforia masyarakat setelah terbebasnya dari pandemi,” ujarnya.

Piter optimistis pertumbuhan ekonomi tahun depan akan mampu mencapai sekitar 4-5 persen dengan adanya vaksin dan meningkatnya aktivitas masyarakat. “Dengan adanya vaksin di awal tahun maka pertumbuhan ekonomi di 2021 diyakini akan positif di kisaran 4-5 persen,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudhistira bahwa pemerintah perlu untuk terus memberikan bantuan sosial yang memadai kepada masyarakat untuk mendorong pemulihan. Ia mengatakan pemerintah Indonesia bisa mencontoh Vietnam dalam memberikan bantuan sosial yaitu dengan menyediakan ATM beras di kawasan atau daerah karantina.

Menurutnya melalui disediakannya ATM beras maka masyarakat miskin dapat mengambil kebutuhan pokok sehingga kepatuhan pada kebijakan pemerintah dalam penanganan covid-19 juga berjalan lancar.

“Kuncinya adalah testing, tracing, treatment, dan bantuan sosial yang memadai,” pungkasnya. (Ant)