Nasional

KSPSI Tidak Peringati Hari Buruh Internasional lewat Demonstrasi

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com —  Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Yogyakarta berniat memperingati hari buruh internasional (May day) tanpa demo. Namun akan melakukan berbagai kegiatan diantaranya dengan senam massal.

Ketua KSPSI Kota Yogyakarta, Tri Agus Hariyadi, Sabtu mengatakan kegiatan puncak peringatan hari buruh ini akan diselenggarakan di halaman Balai Kota Yogyakarta, di Timoho.

“Kegiatan akan dipusatkan di kompleks Balai Kota Yogyakarta yang diisi dengan kegiatan yang kami nilai positif. Mulai senam massal, gerak jalan hingga donor darah,” jelasnya.

Kegiatan tersebut lanjutnya, ditujukan untuk menjaga kondisi Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Pariwisata agar tetap kondusif sehingga tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan hingga iklim investasi di Yogyakarta.

Salah satu anggota KSPSI dari sektor pariwisata, Ahmad Affandi mengatakan, kondisi Kota Yogyakarta yang kondusif sangat penting bagi perkembangan pariwisata di Yogyakarta.

Dengan demikian, katanya, wisatawan akan merasa tetap nyaman. “Apalagi, pendapatan daerah paling besar di Kota Yogyakarta diperoleh dari pariwisata. Kami pun sangat mendukung agar Yogyakarta tetap kondusif,” imbuhnya.

Meskipun demikian, KSPSI Kota Yogyakarta juga akan tetap menyuarakan peningkatan kesejahteraan bagi pekerja di antaranya terkait upah layak, hingga upaya agar tidak ada lagi pekerja alih daya.

Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Lucy Irawati mengatakan, tema pada peringatan Hari Buruh Sedunia yang akan digelar di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, 1 Mei adalah May Day is Happy Day.

Di Kota Yogyakarta terdapat sekitar 1.500 perusahaan, namun sebagian besar adalah perusahaan kecil dengan jumlah pekerja mencapai sekitar 66.600 orang.

Berbagai permasalahan yang kerap muncul di antaranya adalah upah yang diberikan belum sesuai, pemutusan hubungan kerja hingga kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta selama tahun 2017 menerima 60 pengaduan, dan 25 di antaranya diselesaikan dengan mediasi serta dua diajukan ke PHI. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close