Hukum

KSAD Respons Keinginan Prabowo soal Tes Swab bagi Prajurit TNI

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menanggapi permintaan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto soal tes swab massal bagi prajurit TNI.

Hal ini merespons temuan 1262 kasus Covid-19 di lingkungan Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD) dan 99 kasus di Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) AD di Cimahi.

“Keinginan Menhan itu sangat bagus sekali, tapi yang jelas swab itu kan yang diperlukan banyak, selain ketersediaan alat swab test, juga labnya di mana,” kata Andika saat memberikan keterangan pers di Markas Kodam Siliwangi, Bandung, Sabtu (11/7).

“Kami sangat senang karena dengan diperiksa swab itu kan lebih akurat dibandingkan dengan rapid test,” tambahnya.

Keinginan Prabowo terkait tes massal bagi prajurit TNI itu disampaikan Juru Bicara Menhan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antaramedia, Dahnil Anzar Simanjuntak.

“Terkait dengan hal tersebut, Pak Prabowo meminta ada test swab massal memang kepada seluruh Prajurit TNI,” kata Dahnil, Jumat (10/7).

Prabowo menilai tes massal perlu dilakukan agar penyebaran virus corona bisa terlacak di lingkungan TNI. Selain itu, prajurit TNI juga banyak yang terlibat langsung dalam penanganan Covid-19 di sejumlah tempat.

Tes swab, kata Dahnil, sempat dilakukan beberapa kali kepada prajurit TNI. Namun, agar lebih terkontrol dan hasilnya maksimal, Prabowo meminta agar tes itu dilakukan secara berkesinambungan.

“Beberapa kali sudah dilakukan di beberapa unit dan kesatuan, beliau minta bisa dilakukan secara berkesinambungan dan lebih luas,” kata dia.

Lingkungan pendidikan militer jadi klaster baru penyebaran virus corona. Dua di antaranya yaitu Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD), Bandung dan Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) AD di Cimahi, Jawa Barat.

Di Secapa TNI AD, ada 1.262 orang yang dinyatakan positif virus corona pada Kamis (9/7). Sementara di Pusdikpom AD masih belum diketahui pasti. Kabar yang beredar ada 99 orang yang positif terinfeksi.

Andika menyatakan pihaknya sedang mengevaluasi terkait penularan virus corona di dua lembaga pendidikan tersebut. Dia mengatakan pihaknya tak bisa secara pasti menyebut apa yang menjadi penyebab awal penularan virus di kedua lembaga tersebut.

“Ini pelajaran bagi kami, kami sudah lakukan evaluasi, mempersering penyemprotan disinfektan. Itu salah satu cara kita, walaupun kita tidak bisa menjamin,” katanya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close