KSAD Andika Perkasa: 62 Ribu Prajurit Terlibat Operasi Yustisi

KSAD Andika Perkasa: 62 Ribu Prajurit Terlibat Operasi Yustisi
KSAD Andika Perkasa (ANTARA)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - KSAD Jenderal TNI AD Andika Perkasa menyebutkan sebanyak 62 ribu personel TNI untuk menegakkan protokol kesehatan. 

Keterlibatan TNI AD dalam Operasi Yustisi itu sudah berjalan hampir sebulan.

Andika Perkasa menuturkan, personel TNI yang diperbantukan tersebar di berbagai daerah. Mereka berkoordinasi dengan Polri hingga Gubernur.  

“TNI AD ini jadi bagian, total jajaran kami 62 ribuan yang dilibatkan. Di lapangan sesuai pertimbangan kapolda, gubernur, kodam, mereka-mereka yang punya knowledge kebijakan di mana Operasi Yustisi,” kata Andika di Jakarta, Senin (12/10/2020). 

Andi menuturkan, setiap pagi selalu ada koordinasi dengan setiap Pangdam di daerah. Selain itu, Ia juga memantau kondisi 95 rumah sakit milik TNI AD yang juga menjadi laboratorium test PCR.  

Andika menyebut, sejauh ini terdapat 17 laboratorium test PCR. Bahkan, terdapat perbantuan dari Kemenhan untuk test berbasis antigen.  

“Total RSAD ada 95, dan trus kawal ketersediaan lab PCR sebagian didukung BNPB, 17 lab didukung Kemenhan, yang baru didukung Kemenhan adalah rapid test berbasis antigen. Terus kawal 2 hari sekali dalam rangka apa yang ada masalah, di mana, dari pusat apa yang perlu dilakukan atau bantuan,” rinci Andika. 

Sebelumnya diberitakan, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan prajurit TNI hanya bersifat diperbantukan dalam operasi yustisi. Prajurit TNI memback-up polisi dan jaksa. 

"Kita bantu semaksimal mungkin tetapi juga tanpa mengambil posisi di depan karena memang kawan-kawan Polri dan Kejaksaan saja," tegas Andika Perkasa dalam jumpa pers, Jumat (18/9).