KSAD Andika Paling Berpeluang Jadi Panglima TNI karena Faktor Keamanan

KSAD Andika Paling Berpeluang Jadi Panglima TNI karena Faktor Keamanan
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Bursa Panglima TNI masih terus memanas. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bakal masuk masa pensiun pada November 2021 mendatang.

Dua nama menjadi calon kuat di DPR, KSAD Jenderal Andika Perkasa dan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono. Siapa yang lebih punya kans menjadi orang nomor satu di TNI itu?

Pakar Pertahanan dari LAB-45 Andi Widjajanto menilai, baik Andika maupun Yudo memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Dari segi aspek regenerasi dan rotasi, harusnya Yudo yang menjadi pengganti Hadi.

"Pertimbangan normatif rotasi, regenerasi, gabungan antar matra memperbesar peluang KSAL yang pernah menjabat Pangkogabwilhan dan berasal dari Angkatan 88," kata Andi pada kumparan, Minggu (12/9).

Namun, jika ingin melihat aspek stabilitas keamanan, maka Andika Perkasa lebih punya kans menjadi Panglima TNI.

"Pertimbangan khusus terkait dinamika keamanan terkini (mitigasi pandemi, teror, papua) akan memperbesar peluang KSAD untuk memegang kendali operasional gelar TNI yang mengandalkan kedalaman teritorial AD," jelas Andi.

Lebih lanjut, soal kapan waktu pergantian panglima, Penasihat Senior Kantor Staf Presiden (KSP) ini mengatakan, Hadi bisa menjabat hingga 30 November 2021 atau hingga masa pensiun.

Dengan perhitungan ini, maka Jokowi memiliki waktu setidaknya hingga awal November untuk mengirim Surpres berisi usulan calon Panglima ke DPR. Sehingga pada bulan November, Jokowi sudah punya Panglima TNI yang baru.

"Pergantian bisa diusulkan Presiden hingga maksimal awal November untuk diproses persetujuan DPR yang idealnya selesai dalam 20 hari kerja," kata dia.

Nah, nantinya pergantian Panglima bakal dilakukan bersamaan dengan pergantian KSAL atau KSAD. Soal calon KSAD, saat ini ada 17 calon. Calon KSAD merupakan seorang perwira aktif TNI AD yang memiliki pangkat jenderal bintang 3 alias Letjen.

Sedangkan, calon KSAL sedikitnya ada 9 orang perwira aktif berpangkat jenderal bintang 3 atau Laksdya. "Pergantian KSAL atau KSAD bisa dilakukan berbarengan dengan pergantian Panglima," kata dia.

Andi mengatakan, pergantian Panglima TNI juga bisa dilakukan bersamaan dengan pengisian posisi Wakil Panglima. Mengingat, posisi Wakil Panglima TNI masih kosong sejak Perpres Organisasi TNI diterbitkan Jokowi di 2019.

"Bisa juga sekalian dilakukan pengisian jabatan Wakil Panglima. Calon KSAD/KSAL dari Pati bintang 3 angkatan 88-89 sudah tampak," kata Andi.