Otomotif

Kredit Mobil Murah Dipersulit, Agya Cs Sepi Peminat

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Penjualan mobil LCGC mengalami penurunan yang cukup signifikan selama pandemi COVID-19 di Indonesia.

Berdasarkan data penjualan wholesales yang dihimpun oleh Gaikindo, tercatat hanya ada 1.435 unit mobil LCGC yang didistribusikan dari pabrik ke diler.

Angka tersebut turun hingga 92,2 persen bila dibandingkan pada bulan Maret yang mencatatkan 18.507 unit.
Anjloknya angka tersebut, dikatakan oleh Direktur pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy, disebabkan oleh situasi perekonomian, serta ketatnya persyaratan leasing selama pandemi COVID-19.

Lebih lanjut Anton menjelaskan, saat ini mayoritas leasing di tanah air tidak lagi menghadirkan program Down Payment (DP) ringan yang selama ini menjadi favorit para pembeli LCGC.

Bila sebelum adanya pandemi COVID-19, DP mobil LCGC di leasing bisa hanya 10 sampai persen saja, kini minimal harus 40 persen untuk wirausaha yang mampu dan 25 persen untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta pegawai swasta.

“Ini cukup berat ya buat pembeli mobil pertama terutama LCGC. karena memang DP yang mereka harapkan biasanya seminim mungkin. Kalau bisa, ya kira kira DP 10 persen atau 15 persen itu yang mereka harapkan,” ungkap Anton.

Senada dengan Anton, pemilik showroom mobil bekas Indigo Auto, Yudi, di kawasan Tangerang, juga mengatakan segmen mobil LCGC di pasar mobil bekas mengalami mati suri.

“LCGC sendiri menurut kami saat ini pasarnya malah freeze ya, beku enggak ada yang bergerak,” ujar Yudi.

Sepinya pasar mobil bekas LCGC. selain disebabkan oleh ketatnya persyaratan leasing saat ini, juga diakibatkan dari kondisi perekonomian mayoritas konsumennya yang sedang menurun.

Sehingga, kata Yudi, tidak heran bila pasar mobil bekas LCGC mengalami dampak yang paling parah. Kondisi itu pun membuat harga-harga mobil bekas saat ini turun 10 hingga 20 persen dari harga pasaran.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close