Politik

KPU Sebut Hoaks Sudah Jadi Strategi Kampanye

JAKARTA, SENAYANPOST.com – KPU menyatakan berita bohong alias hoaks saat ini telah menjadi salah satu strategi kampanye di Pemilu 2019. Tujuan utama penyebaran hoaks selama masa kampanye yaitu menjatuhkan kandidat lawan.

“Jadi memang dimanipulasi untuk membenci kandidat lawan, karena informasi bohong itu disebarluaskan secara masif. Hoaks itu saat ini sudah menjadi strategi kampanye,” kata Komisioner KPU Pramono Ubaid di Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Dia lantas menyinggung masalah hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos yang sempat menghebohkan publik awal Januari lalu. Menurut Pramono, hoaks semacam ini merupakan hasil rekayasa sistem teknologi yang semakin canggih.

“Soal 7 kontainer kontainer naik isunya pada tanggal 2 Januari. Tanggal 2 Januari langsung malam itu sudah langsung semua orang bicarakan itu. Beberapa hari bertahan tapi habis itu hilang sama sekali. Itu percayalah bahwa itu adalah mesin (teknologi) yang bermain, itu adalah sistem rekayasa bukan sesuatu yang natural,” ungkapnya.

Selain itu, Pramono mengatakan, metode kampanye saat ini mulai bergeser dari pemakaian alat peraga ke penggunaan jasa influencer dan buzzer.

“Anda percaya atau tidak, sekarang ini di masing-masing partai politik atau pasangan capres-cawapres, bahkan juga di dalam pilkada-pilkada itu, bukan hanya fokus kampanye dengan menyebarkan alat peraga, ada juru kampanye, tapi mereka juga menyewa influencer dan buzzer,” ungkapnya.

Pramono menjelaskan jasa ini hanya mengandalkan masalah bayaran daripada persamaan ideologi antara influencer dan buzzer dengan kandidat capres-cawapres dan caleg. Menurutnya, influencer dan buzzer akan mengikuti setiap keinginan peserta pemilu dalam menyebarkan isu.

“Ini sudah menjadi industri yang mereka enggak peduli yang menyewa siapa yang penting asal bayaran cocok, jalan. Jadi soal itu bisa disesuaikan dengan pesanan. Jadi ideologi itu enggak penting di situ. Isunya apa itu disesuaikan dengan pesanan,” lanjutnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Afifudin mengimbau kepada peserta Pemilu 2019 untuk tak menggunakan hoaks selama masa kampanye.

“Saya kira kita semua di sini bersemangat atau bersepakat untuk melawan ujaran kebencian dan hoaks, itu memang harus. Tapi jangan sampai di satu sisi kita sampaikan melawan di ruang publik, tapi di sisi lain dipakai atau dijadikan strategi, terutama tim kampanye, peserta pemilu,” kata Afif.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close