Hukum

KPK Terima 58 Laporan Gratifikasi Lebaran

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima 58 laporan penerimaan gratifikasi selama Ramadan dan Idulfitri 2020. Nilai gratifikasi yang diterima sebesar Rp62,8 juta.

“Barang gratifikasi yang dilaporkan masih berkisar pada parcel makanan, barang pecah belah, voucher. dan uang. Nilai laporan terendah Rp50 ribu hingga Rp10 juta,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang pencegahan, Ipi Maryati, di Jakarta.

Ipi mengatakan pelaporan tersebut dari 10 kementerian/lembaga dengan total 28 laporan. Tiga pemerintah provinsi dan sembilan pemerintah kabupaten/kota sebanyak 22 laporan, dan lima BUMN/BUMD delapan laporan.

Medium pelaporan yang paling banyak melalui aplikasi gratifikasi online (GOL) individu sebanyak 36 laporan. GOL unit pengelola gratifikasi (UPG) sebanyak 14 laporan, dan surat elektronik baik yang disampaikan individu maupun melalui UPG sebanyak delapan laporan.

Menurut Ipi, pemberian tersebut dimaksudkan sebagai bentuk tambahan uang dalam momentum Ramadan dan tunjangan hari raya (THR) Idulfitri. Ada pula pemberian gratifikasi sebagai ucapan terima kasih karena telah menggunakan produk tertentu.

Gratifikasi tersebut mesti dilaporkan kepada KPK paling lambat 30 hari kerja sejak menerima hadiah tersebut. Pejabat yang melaporkan penerimaan gratifikasi terbebas dari ancaman pidana sebagaimana Pasal 12B UU No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Aturan itu memuat hukuman berupa pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun. Kemudian pidana denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

“KPK mengimbau kepada pegawai negeri dan penyelenggara negara yang menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Khususnya terkait momen bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri agar segera melaporkan kepada KPK,” ujar Ipi.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close