Hukum

KPK Telusuri Aset Alay

LAMPUNG, SENAYANPOST.com – Untuk menelusuri aset terpidana perkara korupsi Sugiarto Wiharjo alias Alay yang ditangkap di Bali, Rabu (6/2/2019), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.

“Tim korsup penindakan KPK berkoordinasi dengan pihak Kejati Lampung melakukan penelusuran aset untuk kepentingan ‘asset recovery’ pembayaran uang pengganti sesuai dengan putusan pengadilan,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa (12/2/2019).

Menurut Febri, tim korsup (koordinasi dan supervisi) melakukan rapat koordinasi tersebut untuk kebutuhan pemulihan aset sekitar Rp106 miliar.

Diketahui, Sugiarto Wiharjo ditangkap di sebuah hotel, daerah Tanjung Benoa, Bali oleh tim gabungan dari bidang intel Kejaksaan Tinggi Bali dan tim KPK yang dipimpin oleh Asintel Kejaksaan Tinggi Bali, Rabu (6/2/2019) sekitar pukul 15.40 WITA.

Kejaksaan Agung RI telah menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) atas nama Sugiarto Wiharjo alias Alay sejak 2015 dan saling berkoordinasi antara penegak hukum Polri dan KPK untuk mencari dan menemukan keberadaan terpidana.

KPK memfasilitasi pencarian DPO semenjak diterima permintaan fasilitasi dari Kejaksaan Agung RI dan Kejaksaan Tinggi Lampung pada bulan Mei 2017. Selama masa pencarian, terpidana Alay selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan identitas berbeda.

Selain Alay, terdapat satu orang dalam DPO lainnya yang masih dicari, yaitu mantan Bupati Lampung Timur Satono yang dijatuhi vonis kasasi 15 tahun. Alay dan Satono telah terbukti melakukan korupsi bersama-sama dan berlanjut dan merugikan keuangan negara Rp106,8 miliar.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 510 K/PID.SUS/2014 tanggal 21 Mei 2014, Sugiarto Wiharjo alias Alay terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan berlanjut dan dijatuhi pidana penjara 18 tahun dan pidana denda sebesar 500 juta serta pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp106,8 miliar.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close