Korupsi

KPK Perpanjang Masa Penahanan Imam Nahrawi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Perpanjangan demi kepentingan penyidikan.

“Terhitung 26 November sampai 25 Desember 2019,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

‎Imam yang dipanggil ke KPK buat perpanjangan masa penahanan tak mau bicara soal kasusnya. Dia bungkam saat dicecar pewarta.

Imam mengajak publik mendoakan kontingen Indonesia yang akan berlaga di SEA Games Filipina 2019 pada 30 November 2019 hingga 11 Desember 2019.”Doakan ya Indonesia nanti menyongsong SEA Games 2019 di Filipina,” kata Imam.

Imam ditetapkan tersangka kasus dugaan suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tahun anggaran 2018. Perbuatan itu diduga dilakukan bersama sekretaris pribadinya, Miftahul Ulum.

Imam dan Mifathul diduga menerima uang Rp14,7 miliar dalam rentang 2014-2018. Imam juga diduga meminta uang Rp11,8 miliar dalam rentang 2016-2018.

Imam diduga menerima total Rp26,5 miliar. Fulus itu diduga komitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018.

Imam dan Miftahul dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close