KPK Periksa 2 Saksi Terkait Kasus Suap dan Gratifikasi Nurhadi

KPK Periksa 2 Saksi Terkait Kasus Suap dan Gratifikasi Nurhadi
Nurhadi (foto RCTI+)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait perkara di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016 terus diusut penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Untuk itu KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi. 

Dua saksi yang akan diperiksa untuk mantan Sekretaris MA Nurhadi itu ialah  Eddy Hartono Betty alias Eddy Betty dan Wilson Margatan.

Keduanya disebut KPK sebagai wiraswasta.

"Diperiksa untuk tersangka NHD," kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (10/9/2020).

Mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono diduga kuat telah menerima sejumlah uang berupa cek dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

Rincian suap yang diberikan berupa sembilan lembar cek dengan total Rp46 miliar.

Suap ditujukan agar Nurhadi menangani dua perkara yang melibatkan perusahaan Hiendra di MA.

Adapun perkara yang ditangani pertama berasal dari kasus perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) atau PT KBN dan perkara perdata saham di PT MIT.

Dalam penanganan perkara itu, Hiendra diduga meminta memuluskan penanganan perkara Peninjauan Kembali (PK) atas putusan Kasasi Nomor: 2570 K/Pdt/2012 antara PT MIT dan PT KBN.

Kedua, pelaksanaan eksekusi lahan PT MIT di lokasi milik PT KBN oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara agar dapat ditangguhkan. (WS)