Korupsi

KPK Panggil Isteri Bupati Lampung Utara Nonaktif

LAMPUNG, SENAYANPOST.com – Dalam penyidikan kasus suap proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Endah Kartika Prajawati, istri Bupati Lampung Utara nonaktif, Agung Ilmu Mangkunegara (AIM), Jumat (13/12/2019).

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AIM terkait tindak pidana korupsi suap proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Terkait kasus yang menjerat Bupati Lampung Utara nonaktif ini, KPK total telah menetapkan enam orang sebagai tersangka, yakni AIM, Raden Syahril (RSY) orang kepercayaan Agung, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara Syahbuddin (SYH), Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara Wan Hendri (WHN) serta dua orang dari unsur swasta masing-masing Chandra Safari (CHS) dan Hendra Wijaya Saleh (HWS).

Dalam konstruksi perkara disebut, Agung menerima suap terkait proyek di Dinas Perdagangan dan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara dengan total sekitar Rp1,2 miliar. Untuk Dinas Perdagangan, diduga penyerahan uang kepada Agung oleh Hendra pada Wan Hendri melalui Syahril.

Hendra menyerahkan uang Rp300 juta kepada Wan Hendri dan kemudian Wan Hendri menyerahkan uang Rp240 juta pada Syahri. Namun, sejumlah Rp60 juta masih berada pada Wan Hendri.

Dalam OTT, KPK menemukan barang bukti uang Rp200 juta sudah diserahkan kepada Agung dan kemudian diamankan dari kamarnya. Uang itu diduga terkait tiga proyek di Dinas Perdagangan, yaitu pembangunan Pasar Tradisional Desa Comook Sinar Jaya, Kecamatan Muara Sungkai Rp1,073 miliar, pembangunan Pasar Tradisional Desa Karangsari, Kecamatan Muara Sungkai Rp1,3 miliar, dan konstruksi fisik pembangunan pasar rakyat Tata Karya (DAK) Rp3,6 miliar.

Selain itu, Agung diduga telah menerima uang beberapa kali terkait dengan proyek di Dinas PUPR, yaitu sekitar Juli 2019 diduga Agung telah menerima Rp600 juta, sekitar akhir September 2019 diduga Agung telah menerima Rp50 juta, dan pada 6 Oktober 2019 diduga menerima Rp350 juta. (WS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close