Hukum

KPK Panggil 8 Eks Pejabat Garuda Indonesia

JAKARTA, SENAYANPOST,com – KPK memanggil 8 orang mantan petinggi Garuda Indonesia dan satu petinggi yang masih aktif di Garuda sebagai saksi.

Mereka akan menjadi saksi itu akan diperiksa dalam kasus suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat di Garuda Indonesia.

“Akan kami periksa sebagai saksi untuk tersangka HDS (Eks Direktur Teknik Garuda Indonesia, Hadinoto Soedigno),” kata juru bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangannya, Selasa (10/12/2019).

Para saksi itu ialah:

1. Albert Burhan (mantan VP Treasury Management Garuda Indonesia)
2. Agus Priyanto (mantan Direktur Komersial Garuda Indonesia)
3. Achirina (mantan Direktur Strategi Pengembangan Bisnis dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia)
4. Arya Respati Suryono (mantan Executive EVP Services Garuda Indonesia)
5. Ari Aspari (mantan Direktur Operasional Garuda Indonesia)
6. Agus Wahjudo (mantan Executive Project Manager Garuda Indonesia)
7. Handrito Harjono (mantan Direktur Keuangan Garuda Indonesia)
8. Ester Siahaan (mantan Direktur Keuangan Garuda Indonesia)
9.Ardy Protoni (Commercial Expert Garuda Indonesia)

Belum diketahui keterangan spesifik yang akan digali penyidik terhadap sembilan orang saksi itu. Meski begitu, Febri mengatakan pemeriksaan ini terkait dengan pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada Garuda Indonesia.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd, Soetikno Soedarjo; eks Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar; dan Hadinoto.

Soetikno diduga menyuap Hadinoto dan Emirsyah. Untuk Hadinoto, Soetikno diduga memberikan suap sebesar USD 2,3 juta dan EUR 477 ribu yang dikirim ke rekening Hadinoto di Singapura.

Sementara untuk Emirsyah, Soetikno diduga memberikan uang senilai Rp 44 miliar. Sebagian uang itu diduga dipakai untuk keperluan Emirsyah membeli rumah dan apartemen.
Pemeriksaan Emirsyah Satar, KPK

Suap diberikan Soetikno agar Emirsyah memilih mesin Rolls-Royce ketika Garuda Indonesia membeli pesawat Airbus A330 pada kurun 2005-2014.

Namun, dari pengembangan yang dilakukan KPK, diduga ada pengadaan pesawat dari perusahaan lain yang turut diarahkan.

Dalam kurun 2008-2013, ada setidaknya 3 perusahaan selain Rolls Royce yang bekerja sama dengan Garuda Indonesia dalam pengadaan mesin pesawat, yakni Airbus S.A.S.; Avions de Transport Regional (ATR); dan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

Dalam temuan baru KPK itu pula, kerugian negara dalam perkara ini membengkak menjadi Rp100 miliar.

Adapun berkas Emirsyah dan Soetikno sudah dilimpahkan ke JPU dan mereka segera disidang. Terhadap keduanya juga, selain pidana, KPK juga menjerat dengan pencucian uang.

Sementara untuk Hadinoto Soedigno, berkasnya masih dalam tahap penyidikan.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close