Hukum

KPK: Kasus e-KTP Tak Berhenti di Setya Novanto

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pengadilan telah menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Setya Novanto. Namun demikian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tak akan berhenti hanya di Novanto. Seluruh fakta persidangan akan dicermati dan ditindaklanjuti.

“Untuk pengembangan pada pelaku lain, segera kami cermati fakta-fakta sidang. Tentu seperti yang pernah disampaikan, kasus ini tidak akan berhenti kepada SN saja,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Jakarta, Selasa (24/5/2018).

BACA JUGA: Komentar Novanto atas Vonis 15 Tahun Bui

KPK juga akan menindaklanjuti indikasi tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Novanto. Dia memastikan kasus itu akan diusut tuntas.

“Sejak tuntutan diajukan, kami sudah sampaikan, jika ada bukti yang kuat adanya upaya penyamaran uang hasil korupsi tentu akan diproses,” katanya.

Agus menambahkan, pihaknya apresiasi atas putusan hakim terhadap Novanto. Apalagi tuntutan soal uang pengganti senilai USD7,3 juta dan pencabutan hak politik selama 5 tahun dikabulkan hakim.

“Apresiasi terhadap putusan hakim karena tuntutan KPK tentang uang pengganti dan pencabutan hak politik dikabulkan, meskipun ancaman hukuman masih selisih 1 tahun,” ujarnya.

BACA JUGA: Setya Novanto Divonis Hukuman 15 Tahun Penjara

Novanto dihukum pidana 15 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan. Hakim menyatakan Novanto terbukti mengintervensi proses penganggaran serta pengadaan barang dan jasa dalam proyek e-KTP.

Selain dihukum 15 tahun penjara, Novanto diminta membayar uang pengganti sebesar USD7,3 juta dikurangi Rp5 miliar yang telah dikembalikannya. Selain itu, hak politik Novanto dicabut untuk 5 tahun setelah Novanto menjalani masa pemidanaan. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close