Hukum

KPK Bawa Bupati Purbalingga Naik Kereta ke Jakarta

PURBALINGGA, SENAYANPOST.com – Pasca operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK), Bupati Purbalingga Tasdi langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan, Senin (4/6/2018) malam.

Dari pantauan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Bupati Purbalingga Tasdi beserta tiga orang lainnya yang diamankan Tim KPK yakni HdI (Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan), TGP (ajudan), dan ANB (swasta) tiba di Stasiun Purwokerto sekitar pukul 23.00 WIB setelah sempat singgah di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Banyumas.

Rombongan dikawal personel Polres Banyumas bersenjata laras panjang itu segera memasuki ruang tunggu VIP untuk menunggu kedatangan Kereta Api Gajayana yang akan membawa mereka ke Jakarta.

Setelah menunggu sekitar 15 menit, rombongan segera keluar dari ruang tunggu VIP dan menuju KA Gajayana tiba di jalur satu Stasiun Purwokerto pada pukul 23.17 WIB.

Tim KPK membawa Tasdi dan kawan-kawan dengan menaiki kereta di gerbong Kereta Eksekutif 7 sehingga mereka harus berjalan cukup jauh menuju gerbong penumpang tersebut dengan pengawalan polisi bersenjata laras panjang.

Saat awak media mengarahkan kamera ke wajah Tasdi, Bupati Purbalingga sesekali tersenyum namun dia lebih banyak terlihat diam.

Sejumlah pekerja maupun calon penumpang di peron Stasiun Purwokerto pun turut mendekat ke Kereta Eksekutif 7 untuk melihat lebih dekat pengawalan yang dilakukan polisi tersebut.

Setelah mereka tahu siapa yang dikawal polisi itu, beberapa di antaranya langsung mengatakan kalau orang itu merupakan Bupati Purbalingga yang ditangkap KPK.

“Oh, itu Bupati Purbalingga yang tadi ditangkap KPK,” kata salah seorang calon penumpang sembari berjalan. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close