Hukum

KPK Akan Periksa Eks Wakil Ketua PN Medan yang Dimutasi ke MA

JAKARTA, SENAYANPOST.com – KPK akan memeriksa hakim pada Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung Wahyu Prasetyo Wibowo, hari ini (27/9/2018). Wahyu diperiksa terkait kasus dugaan suap hakim di Pengadilan Negeri Medan.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Wahyu akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Hadi Setiawan.

“Akan diperiksa untuk tersangka HS,” sebut Febri, Kamis.

Selain Wahyu, penyidik juga memanggil panitera muda pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan, Ahmad Riyadh.

Wahyu sebelumnya adalah Wakil Ketua PN Medan. Dia dimutasi tak lama setelah ditangkap dalam rangkaian operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK.

Dalam penangkapan tersebut, KPK mengamankan empat hakim, masing-masing Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan dan Wakil Ketua Wahyu Prasetyo Wibowo, serta hakim ad hoc Sontan Merauke Sinaga dan Merry Purba.

Kemudian, seorang Panitera Pengganti Helpandi bersama dua pihak swasta yang turut jadi tersangka yaitu Tamin Sukardi dan Hadi Setiawan. Namun, hanya Merry dan Helpandi yang ditahan KPK.

Merry dan Helpandi diduga menerima suap 280.000 dollar Singapura atau Rp3 miliar lebih.

Suap yang diberikan kepada Merry diduga untuk memengaruhi putusan hakim kasus korupsi dengan terpidana Tamin Sukardi.

Pada sidang putusan yang digelar Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (27/8), Tamin Sukardi divonis 6 tahun penjara, denda Rp500 juta, subsidair 6 bulan penjara dan membayar uang pengganti Rp132 miliar lebih.

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa, yakni 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan penjara dan uang pengganti Rp132 miliar lebih. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close