Hukum

KPK Akan Jatuhkan Sanksi ke Aris Budiman

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap menjatuhkan saksi kepada Direktur Penyidikan Aris Budiman Bulo terkait pernyataannya kepada media pekan lalu.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, para pimpinan komisi telah melalukan pembahasan terkait dengan pernyataan Aris Budiman. Hasilnya, jenderal bintang satu itu akan diperiksa secara internal oleh Direktorat Pengawasan Internal (PI) .

“Jadi beberapa hal akan diklarifikasi lebih lanjut dan kronologisnya akan kita lihat dan hasilnya akan diumumkan juga. Untuk proses pemeriksaan sebelumnya terkait kehadirannya di pemeriksaan hak angket pada beberapa bulan yang lalu pimpinan sudah mengambil keputusan dugaan pelanggaran yang dilakukan tapi nanti akan disampaikan secara lengkap kepada publik,” papar Febri, Senin (9/4).

Sejauh ini sudah ada keputusan mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh Aris tapi kadar pelanggaran beserta sanksi yang mengikutinya akan diputuskan lebih lanjut mengingat ada dua pelanggaran yang diduga dilakukan oleh Aris yakni menghadiri rapat Pansus KPK dan pernyataannya ke media pekan lalu.

Pada pengujung pekan lalu, Aris menyatakan ada sejumlah oknum di tubuh komisi itu yang memanfaatkan KPK untuk mencari keuntungan pribadi.

Ada beberapa hal yang menunjukkan perbuatan oknum-oknum di tubuh KPK tersebut yang melakukan berbagai upaya untuk mencegah munculnya SDM yang berkualitas maupun penyidikan perkara.

“Saya minta salah seorang mantan kasatgas (kepala satuan tugas) saya minta untuk kembali ke KPK dan dia adalah seorang penyidik yang baik. Lalu saya terima email yang mengatakan bahwa kasatgas itu seperti kuda troya. Saya balas dengan mengatakan bahwa saya kuda troya bagi oknum-oknum yang memanfaatkan kesucian KPK untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Tindakan oknum itu, kata dia, juga menghambat kegiatan penyidikan perkara korupsi pengadaan KTP elektronik.
Aris menceritakan bahwa ketika dia masuk ke KPK pada 2015, penyidikan perkara tersebut sudah berjalan dua tahun dan selalu menyasar ke proses pengadaan.

Setelah dia berkoordinasi dengan Supardi yang kini telah dilantik sebagai Direktur Penuntutan, beberapa orang penyidik dari Direktorat Penuntutan disertakan dalam penyidikan.

Upaya itu membuahkan hasil dengan mengembangkan penyidikan ke ranah penganggaran dan menetapkan beberapa tersangka baru dalam rangkaian perkara ini, termasuk Setya Novanto.

Ia juga heran karena pernah tidak perlah dilakukan pemeriksaan terhadap Johannes Marliem, bos Biomorf yang merupakan subkontraktor pengadaan KTP elektronik. Perusahaan Biomorf pun tidak pernah diperiksa padahal surat penetapan penggeledahan telah diminta.

“Hal ini berbeda dengan perkara seorang petinggi Mahkamah Agung yang begitu ditetapkan sebagai tersangka dalam ekspos, langsung geledah kantornya. Mabes Polri pun pernah digeledah. Harus ada perlakuan yang sama,” katanya.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Aris akan digantikan oleh seorang direktur baru yang hingga saat ini belum ditetapkan oleh Pimpinan KPK.

KPK mengulang kembali proses seleksi karena belum berhasil mendapatkan kandidat yang diinginkan.

Nama Aris sebelumnya santer diberitakan karena dia menghadiri rapat Pansus DPR untuk menyelidiki KPK tanpa seizin para pimpinan.

Ia juga disebut terlibat konflik dengan Novel Baswedan, penyidik senior sekaligus Ketua Wadah Pegawai KPK.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close