Hukum

KPK Ajak Emak-emak Cegah Korupsi pada Anak

SURABAYA, SENAYANPOST.com – Menekan dan mencegah budaya korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak perempuan dan ibu-ibu menanamkan upaya pencegahan praktik korupsi secara dini di dalam keluarga, utamanya anak-anak.

“Kami ingin mengembalikan fungsi keluarga pada jalurnya untuk menghasilkan generasi antikorupsi secara efektif kini dan nanti,” kata Spesialis Penelitian dan Pengembangan KPK, Sari Anggraeni saat menggelar sosialisasi pembangunan budaya antikorupsi berbasis keluarga di Pemkot Surabaya, Senin (27/8/2018).

Sosialisasi yang mengusung tema “Saya Perempuan Anti Korupsi” tersebut dihadiri 40 Ketua Dharma Wanita, 31 Ketua Tim PKK Kecamatan, 154 Ketua Tim Kelurahan PKK dan 30 Ketua Organisasi Wanita yang tergabung dalam Gerakan Organisasi Wanita (GOW).

Menurut Sari, pentingnya pembangunan budaya antikorupsi berbasis keluarga didasari oleh banyaknya pola korupsi yang melibatkan keluarga. Fenomena ini, kata Sari, mengindikasikan bahwa korupsi telah memasuki ruang kehidupan di dalam keluarga dan mengalami pergeseran pola dalam melakukan tindakan korupsi.

Dalam sosialisasi ini, Sari menekankan dua hal kepada perempuan terkait pemahaman tentang antikorupsi bagi anak yakni pertama, posisi ibu yang memiliki peran penting dalam keluarga.

Kedua, lanjut dia, menjadikan perempuan sebagai aktivis yang menyebarkan sosialisasi terkait penanam nilai kejujuran dan antikorupsi dalam struktur keluarga.

“Keluarga merupakan garda terdepan dan menjadi tempat utama untuk menjaga moral anak-anaknya,” ujarnya.

Salah satu cara untuk mencegah tindakan antikorupsi pada anak, kata dia, adalah menanamkan nilai kejujuran. Namun, kata Dia, nilai kejujuran belum cukup untuk menindak pencegahan korupsi.

Nilai tersebut, lanjut dia, harus didukung dengan tanggung jawab, kesederhanaan dan kerja keras. “Sekumpulan nilai-nilai antikorupsi tersebut akan terbukti ketika anak-anak memegang atau memiliki kewenangan,” katanya.

Kewenangan ini, lanjut Sari, mungkin belum terlihat pada saat orang tua mengajarkan kepada anak-anaknya semasa kecil. Namun, hal itu akan terbukti saat anak-anak menjadi PNS atau pejabat negara.

“Apakah pondasi yang diberikan orang tua semasa kecil teruji atau tidak pada saat anak memiliki kewenangan itu,” katanya.

Melalui kegiatan ini, ia berharap Kota Surabaya bisa menjadi pilot project bagi kota-kota lainnya dan mampu menerapkan di wilayahnya masing-masing mulai lingkup RT/RW sehingga tercipta kampung keluarga jujur di Surabaya.

“Saat tercipta ini, KPK juga bisa mengambil pelajaran keberhasilan dari Surabaya,” kata Sari.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menambahkan kondisi akan berat jika anak tidak diajarkan kejujuran sejak kecil. Ia mencontohkan lomba mewarnai anak-anak tidak dilakukan sendiri, justru dikerjakan orang tuanya.

“Itu sepele tapi sudah mengajarkan ketidakjujuran sejak kecil. Kalau mau sukses harus bekerja keras,” katanya.

Untuk itu, Risma mengajak ibu-ibu untuk mengajarkan anak-anak untuk berbuat jujur, mau bekerja keras dan survive dengan tujuan agar anak-anak tidak mudah tergoda dan punya prinsip hidup. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close