Politik

Kotak Kosong Menang, Gerindra Laporkan Bawaslu Sulsel

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kemenangan kotak kosong dalam pilkada Kota Makasar, berbuntut dilaporkannya Bawaslu Provinsi Sulwesi Selatan (Sulsel) ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) oleh Gerindra.

Hal itu akibat dugaan pelanggaran yang dilakukan Ramdhani Pomanto dinilai tidak cukup bukti, dan tidak ditindaklanjuti oleh Bawaslu. Karena itu, Gerindra melaporkannhya ke DKPP.

Demikian disampaikan Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Jakarta, Jumat (13/7/2018).

BACA JUGA: Kotak Kosong Menang, Pemilihan di Makassar Diulang Tahun 2020

Menurut Sufmi, Bawaslu ProvinsI Sulawesi Selatan menyatakan laporan Lembaga Advokasi Gerindra soal pelanggaran Pasal 71 UU Pilkada yang dilakukan Walikota Makassar Rahdhani Pomanto tidak ditindaklanjuti karena minimnya alat bukti.

Padahal kata dia, alat bukti yang diserahkan oleh Lembaga Advokasi Gerindra sudah sangat kuat. Dengan demikian patut diduga bahwa Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan sudah melalaikan kewajibannya untuk menerima dan menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran pemilihan sebagaiana diatur Pasal 29 UU Pilkada.

BACA JUGA: Terjadi Bentrokan antar Pendukung Calon Tunggal dan Kotak Kosong di Makassar

Atas sikap Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan itu, Sufmi Dasco sebagai Waketum Gerindra telah menginstuksikan Lembaga Advokasi Gerindra untuk meminta secara resmi kepada Bawaslu RI untuk mengambil-alih kasus Ramdhani Pomanto ini berdasarkan Pasal 17 Perbawaslu 14/2017 karena Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan tidak dapat menjalankan tugas, wewenang dan kewajiban.

Kedua, melaporkan Bawaslu Sulawesi Selatan ke DKPP dengan petitum meminta DKPP memerintahkan Bawaslu Sulawesi Selatan menindaklanjuti kasus Ramdani Pomanto ini. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close