Internasional

Korut-Korsel akan Sambung Jalan di Perbatasan

SEOUL, SENAYANPOST.com – Korea Utara dan Korea Selatan bakal membangun ruas penghubung jalan taktis sepanjang tiga kilometer di dalam Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara itu.

Ruas jalan penghubung itu akan dibangun di Bukit Anak Panah dan akan digunakan untuk melanjutkan proses penyerahan sisa-sisa jenazah korban Perang Korea yang dijadwalkan dilakukan antara April hingga Oktober tahun depan.

Ruas jalan penghubung itu akan menjadi yang pertama kalinya dibangun oleh kedua Korea dalam 14 tahun terakhir.

Kedua Korea sebelumnya sempat membangun jalan penghubung pertama di pantai barat pada 2003 dan yang kedua di pantai timur selang satu tahun kemudian.

Ruas jalan penghubung kali ini memiliki panjang tiga kilometer serta lebar 12 meter dan menyeberangi garis demarkasi militer di zona demiliterisasi.

Jalan tanah itu terbagi menjadi 1,7 kilometer di sisi Korea Selatan dan 1,3 kilometer di sisi Korea Utara.

“(Pembangunan jalan penghubung) Ini membawa makna besar karena dibangun di Cheorwon yang terletak di pusat semenanjung dan menjadi yang pertama sejak Perjanjian Gencatan Senjata ditandatangani,” kata Kementerian Pertahanan Korea Selatan dalam siaran pers yang dilansir Yonhap, Kamis (22/11).

“Hal ini turut bermakna historis karena membuka jalan bagi upaya untuk secara praktis mendorong proyek bersama yang bertujuan menyembuhkan luka perang melalui jalan ini yang dibangun di pusat salah satu lokasi pertempuran paling sengit,” tambah pernyataan itu.

Korea Utara dan Selatan, sejak Oktober, telah membangun ruas jalan dan membersihkan wilayah punggung bukit dari ranjau untuk memastikan proyek pengiriman sisa jenazah korban Perang Korea dalam berlangsung aman.

Jalan tersebut nantinya akan digunakan untuk mengangkut personil dan juga peralatan yang digunakan dalam proses penerimaan sisa jenazah tentara korban Perang Korea.

Diperkirakan ada lebih dari 200 sisa tentara Korea Selatan dan puluhan pasukan Komando PBB (UNC), termasuk pasukan AS dan Perancis korban peperangan pada 1950-1953 yang hingga kini masih disemayamkan di Korea Utara.

Proyek pembangunan ruas jalan penghubung antar-Korea tersebut sebagai salah satu hasil kesepakatan dalam pertemuan ketiga antara Presiden Moon Jae-in dengan Kim Jong Un di Pyongyang pada September lalu.

Perjanjian lainnya mencakup serangkaian pembangunan kepercayaan diri dan langkah-langkah pengendalian senjata konvensional, termasuk perlucutan senjata di area keamanan bersama di zona demiliterisasi, demi mencegah bentrokan yang tak disengaja. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close