Internasional

Korut-Korsel Akan Gelar Reuni Kelurga Korban Perang

SEOUL, SENAYANPOST.com – Babak baru hubungan Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) terus menunjukkan kemajuan. Setelah kedua pemimpin kedua negara bertemua, kini sebuah reuni keluarga akan digelar untuk mempertemukan mereka yang yang terpisah oleh Perang Korea pada 1950 sampai 1953.

Dua ratus anggota keluarga diperkirakan akan ambil bagian dalam reuni emosional bulan depan itu.

“Keluarga akan bersatu kembali pada 20-26 Agustus di sebuah resor di Gunung Kumgang, atau ‘Gunung Berlian,’ di Korea Utara,” Kementerian Unifikasi Korea mengumumkan setelah pembicaraan seperti dikutip dari NBC News, Jumat (22/6/2018).

Reuni sementara, yang akan menjadi yang pertama dalam tiga tahun, adalah salah satu langkah yang dijanjikan oleh Kim Jong-un setelah pertemuan bersejarah dengan Presiden Donald Trump awal bulan ini dan Presiden Korsel Moon Jae-in pada bulan Mei lalu.

“Setiap negara akan mengirim 100 peserta,” kata kementerian itu lagi, yang dipilih dari aplikasi pendaftaran yang jumlahnya cukup besar.

Lebih dari 66.000 anggota keluarga Korsel telah dipisahkan oleh Perang Korea pada 1950-1953. Dua negara Korea sejatinya masih dalam gencatan senjata karena perjanjian perdamaian tidak pernah ditandatangani.

Hubungan diplomatik yang membaik baru-baru ini datang setelah memanas selama 2016 dan 2017 akibat program nuklir dan rudal Korut.

Meskipun reuni Korea disetujui oleh pejabat pemerintah, pengaturan keluarga yang terpisah diatur oleh Palang Merah.

Peristiwa-peristiwa seperti ini sering bersifat emosional – karena sebagian besar dari mereka yang ingin ambil bagian adalah orang-orang yang sudah lanjut usia yang ingin melihat anggota keluarga yang mereka cintai sebelum mereka meninggal.

Pertemuan tersebut, oleh beberapa pengamat, disebut sebagai peningkatan rekonsiliasi di tengah desakan diplomatik untuk menyelesaikan krisis nuklir Korea Utara.

Sebulan setelahnya, Pemimpin Korut Kim Jong-un dan dan Presiden Korsel Moon Jae-in kembali melakukan pembicaraan, yang kemudian menghasilkan kesepakatan untuk memulihkan hotline militer lintas batas, dan mengirimkan delegasi gabungan Korea ke pawai pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta pada 18 Agustus mendatang.

Pertemuan itu bisa menjadi perdebatan jika para pejabat Korea Utara menegaskan kembali desakan pengembalian 12 pekerja restoran, sebagai imbalan untuk memungkinkan pelaksanaan reuni.

Seoul dikabarkan telah menahan 12 wanita asal Korea Utara yang menyeberang secara ilegal ke Selatan pada 2016. Pemerintah Negeri Ginseng tidak begitu saja mempercayai alasan mereka untuk pindah kewarganegaraan, dan menudingnya memiliki rencana terselubung.

Penahanan tersebut membuat Korea Utara menolak proposal reuni keluarga yang diajukan pada pertengahan tahun lalu. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close