Korupsi di Pemkab Lampung Selatan, KPK Periksa 3 Saksi

Korupsi di Pemkab Lampung Selatan, KPK Periksa 3 Saksi

LAMPUNG, SENAYANPOST.com – KPK memeriksa tiga orang saksi dalam kasus tindak pidana korupsi di Pemkab Lampung Selatan (Lamsel) di Ruang Subdit II Dirreskrimsus Polda Lampung, Kamis (30/8/2018).

“Ketiganya diperiksa untuk saksi Kepala Dinas PUPR periode 2016-2017, PNS dan swasta,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Menurut Febri, tiga saksi tersebut untuk pendalaman keterlibatan Gilang Ramadhan, tersangka dari CV 9 Naga, selaku rekanan pengadaan proyek di Pemkab Lamsel.

“Untuk saksi GR,” katanya.

Ketiga orang yang diperiksa hari ini, yakni Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Hermansyah Hamidi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kadis PUPR, dan salah satu PNS di lingkup Pemkab Lamsel, kemudian dari swasta Alzier Dianis Tabhrani.

Sebelumnya, dari Senin hingga Rabu (27-29/8/2018), KPK telah memeriksa 8 orang saksi di Mapolda Lampung, mereka yakni Ketua DPRD Lamsel Hendry Rosyadi, Ketua Komisi C Sunyata, Kepala BPKAD Lamsel Intji Indriati, dan pihak notaris serta Swasta

“Dari delapan itu, yang diperiksa saksi terdiri dari Ketua DPRD Lampung Selatan, Ketua Komisi C DPRD Lampung Selatan, Ketua BPKAD Lampung Selatan, notaris, dan pihak swasta,” jelasnya.

Terpisah, Wakapolda Lampung, Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol, membenarkan pemeriksaan terhadap para saksi. Tapi, ia mengaku tak mengetahui secara rinci siapa saja yang diperiksa.

“Pemeriksaan sudah beberapa hari ini. Tapi, saya tidak tahu siapa saja, kewenangan KPK,” terangnya.

Seusai diperiksa KPK RI, saat keluar dari ruang Subdit II Dirreskrimsus Polda Lampung pada Kamis siang (30/8/2019) sekitar pukul 13.30 WIB, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pemkab Lamsel, Hermansyah Hamidi, irit bicara. Namun, ia membenarkan pemeriksaan terhadap dirinya.

Mantan Kadis PUPR Lampung Selatan ini keluar mengenakan pakaian batik berwarna coklat. Disinggung soal materi pemeriksaan, ia tidak memaparkan secara rinci, apakah soal pengadaan 4 proyek Lamsel yang di OTT KPK.

“Semua (paket proyek),” jelasnya singkat. (AF)