Korsel Dihantam Gelombang Panas, 28 Orang Meninggal

Korsel Dihantam Gelombang Panas, 28 Orang Meninggal

SEOUL, SENAYANPOST.com – Selain menyambangi Jepang, gelombang panas kini juga menerjang Korea Selatan. Dilaporkan, suhu di Korsel mencapai yang tertinggi, yakni 43 derajat Celsius, menjadi cuaca terpanas sejak negara itu mulai mencatatkan suhunya pada tahun 1907.

Ibukota Korsel, Seoul, juga mengalami temperatur tertinggi dengan angka 39 derajat.

Dilansir BBC, Kamis (2/8/2018) sudah lebih dari 28 orang meninggal dunia karena gelombang yang sangat panas itu, menurut pejabat pemerintah.

Ini adalah untuk kedua kalinya suhu negara tersebut naik di atas angka 40 Celsius, setelah sebelumnya Kota Daegu di bagian tenggara mengalaminya pada tanggal 1 Agustus 1942.

Gelombang panas di Jepang pecahkan rekor, 77 meninggal
Kebakaran hutan di Yunani menewaskan 50 korban
Suhu Australia bisa tembus 50 derajat Celsius ‘dalam beberapa dekade’

Baca Juga

Negara ini mengalami gelombang panas panjang setelah musim hujan dengan curah hujan yang rendah dan terjadinya tekanan atmosfir dari Tibet yang tinggi sehingga keadaan semakin panas.

Faktor lain adalah angin dari timur, dari Pegunungan Taebaek di Korea Selatan bagian timur.

Udara hangat yang menaikkan suhu di Seoul ini dikenal dengan nama foehn kering.

Kemungkinan besar suhu akan terus meningkat di negara itu, termasuk di Seoul dalam sehari ini.

Di Asia, gelombang panas juga menimpa Jepang. Pada hari Senin (23/07), gelombang panas terjadi di negara itu. Suhu paling panas tercatat di Kumagaya, sekitar 86 kilometer dari Tokyo yang mencapai 41,1 derajat Celsius.

Penduduk berlibur di Pantai Haeundae, Busan di tengah gelombang panas tanggal 28 Juli 2018.

Temperatur tersebut memecahkan rekor lima tahun sebelumnya, yaitu 41,0 derajat Celsius pada Agustus 2013 di Shimanto, Prefektur Kochi.

Akibat gelombang panas ini, sebanyak 77 orang telah meninggal dunia dan 30.000 orang harus dirawat di rumah sakit, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Jepang dan kantor berita Kyodo sejak 9 Juli hingga Minggu (22/07). (WW)