Nasional

Korban PHK Lebih Butuh Pemasukan daripada Pelatihan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Dampak akan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat wabah corona yang menekan industri dan ekonomi dalam negeri, harus disikapi pemerintah.

Bagi korban PHK tersebut, perlu adanya bantuan tambahan yang lebih realistis dari pemerintah.

Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Airlangga Hadi Subhan menilai usulan Apindo mengenai modifikasi dan tambahan bantuan sosial kepada korban PHK, cukup realistis untuk kondisi saat ini.

“Karena saat ini yang lebih dibutuhkan korban PHK adalah pemasukan ketimbang pelatihan,” kata Hadi Subhan, Jumat (3/4/2020).

Ia menambahkan, usulan Apindo realistis, karena yang dibutuhkan sekarang adalah kerja. Kalau tidak kerja maka di-PHK. Kalau di-PHK mesti diberi pesangon. Kalau perusahaan tidak mampu bayar pesangon, diberi subsidi pemerintah tadi. Saat sekarang yang dibutuhkan bukan pelatihan kerja.

Hadi juga menilai pelonggaran ketentuan pencairan dana jaminan hari tua (JHT) dianggap bisa membantu konsumsi masyarakat khususnya kelas menengah ke bawah.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan perlu adanya modifikasi bentuk bantuan kepada korban PHK melalui kebijakan kartu prakerja, selama wabah corona.

Dalam hal ini dia mengusulkan agar porsi bantuan dalam bentuk pelatihan dari kartu prakerja sebesar Rp1 juta, diubah menjadi bentuk uang tunai

“Kebijakan itu untuk sementara waktu saja selama pandemi corona ini belum selesai. Sebab, para korban PHK ini secara jangka pendek, saat ini, lebih membutuhkan uang cash,” katanya. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close