Korban Penyerangan di Solo Ternyata Umar Assegaf, Ayah Pengantin Perempuan

Korban Penyerangan di Solo Ternyata Umar Assegaf, Ayah Pengantin Perempuan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Aksi penyerangan usai acara doa jelang pernikahan atau midodareni di Solo mengakibatkan tiga orang luka-luka. Salah satu korban merupakan ayah mempelai perempuan, Umar Assegaf (54) yang kini masih dirawat di rumah sakit.

“Sudah diobservasi, organ dalam semua baik, terutama kepala. Pak Umar yang sebelumnya merasa kakinya patah Alhamdulillah tidak, namun memar dalam,” kata perwakilan keluarga, Memed, usai melaporkan kejadian ini di Polresta Solo, Manahan, Solo, Senin (10/8/2020).

Memed mengatakan meski ada penyerangan usai acara midodareni, upacara pernikahan tetap berlangsung dengan penjagaan polisi. Pernikahan dilakukan di gedung Ahbabul Musthofa milik ulama Habib Syech Abdul Qodir Assegaf, Pasar Kliwon, Solo, Minggu (9/8).

“Pernikahan tetap berlangsung di gedung Ahbabul Musthofa. Dijaga kepolisian,” ujar Memed.

Namun karena ayah mempelai perempuan, Umar Assegaf, menjadi korban pengeroyokan bersama dua orang lainnya, wali nikah diganti dengan kakak pertama mempelai perempuan.

“Acara berlangsung lancar,” terangnya.

Video kedua mempelai menengok sang ayah di rumah sakit setelah melangsungkan pernikahan beredar viral. Dalam momen itu kedatangan mempelai pengantin diiringi selawatan. Kedua mempelai lalu mencium tangan dan memeluk sang ayah yang terbaring di kasur rumah sakit.

Dalam video itu tampak mempelai perempuan tak kuasa menahan tangisnya saat mencium tangan dan memeluk ayahnya yang terbaring di kasur rumah sakit. Sang ayah juga tampak menyeka air mata harunya.

Untuk diketahui, peristiwa itu terjadi rumah keluarga almarhum Segaf bin Jufri di Mertodranan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8) sekitar waktu magrib. Pelaku membubarkan acara doa bersama menjelang pernikahan.

Video penyerangan tersebut beredar di media sosial. Massa yang datang ke lokasi tampak berteriak-teriak dan melempari peserta acara tersebut. Memed mengungkap tiga orang menjadi korban terluka akibat dikeroyok yakni Umar Assegaf (54) dan anaknya, HU (15), serta Husin Abdullah (57). Mereka ditendang, dipukul dan dilempari batu. Selain itu, beberapa kendaraan juga dirusak oleh pelaku.

Polisi telah menangkap dua orang pelaku berinisial BD dan HD. Polisi juga meminta agar pelaku lainnya segera menyerahkan diri atau akan ditangkap dengan cara tegas.