Hukum

Korban Penipuan Honorer Pemprov Babel Lapor ke Polda

BABEL, SENAYANPOST.com – Empat korban penipuan berkedok menjadi honorer Pemprov Kepulauan Bangka Belitung yang menerima SK Gubernur Babel palsu warga Kace, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka, membuat laporan ke Polda Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (23/8/2019).

Seperti diketahui, sedikitnya ada 27 orang warga jadi korban penipuan dari wilayah Kace dan Petaling di Kecamatan Mendobarat serta sebagian warga Pangkalpinang. Pelaku penipuan ini bernama Tyo.

Oleh pelaku Tyo, mereka dijanjikan bisa masuk sebagai tenaga honorer di sejumah intansi di Pemprov Kepulauan Bangka Belitung. Bahkan, untuk meyakinkan korban, pelaku utama yakni Tyo mengeluarkan SK dari Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman yang diduga palsu.

Sebelumnya juga 10 orang korban penipuan juga mendatangi Polsek Mendobarat. Pihak polsek menganjurkan untuk melapor ke Polda, karena baik barang bukti, saksi dan korban di wilayah dua Polres, yakni Polres Pangkalpinang dan Polres Bangka.

“Saya mendampingi empat korban warga Kace yang jadi korban penipuan masuk honorer Pemprov Kepulauan Bangka Belitung,” kata Karta, tokoh masyarakat Kace.

Suwandi (29) salah satu korban mengatakan dirinya tertarik menjadi honorer Sat Pol PP setelah mendengar kerabatnya akan masuk dengan membayar uang pelicin. Kemudian diperkenalkan kepada Tyo yang mengaku bisa memasukkan sebagai honorer.

“Saya kenal dari kerabat yang juga jadi korban penipuan. Dua kali saya ketemu Tyo kemudian meminta sejumlah persyaratan,” katanya.

Suwandi dimintai uang oleh Tyo totalnya mencapai Rp18 juta. Uang tersebut ditransfer 3 kali ke tiga rekening berbeda. Dirinya juga mendapatkan SK pengangkatan honorer di Satpol PP ditandatangani oleh Gubernur Erzaldi Rosman.

Belakangan SK tersebut dipastikan palsu. Padahal untuk mendapatkan uang tersebut Suwandi mengaku meminjam uang ke bank dengan cara menjalankan surat tanah orangtuanya.

Sementara, Saparudin (50) korban lainnya mengatakan, ia tertipu sebesar Rp40 juta agar anak dan menantunya bisa masuk sebagai honorer di Dinas Pertanian di Pemprov Kepulauan Bangka Belitung. “Diminta Rp 20 juta 1 orang. Jadi, saya setor Rp40 juta untuk anak dan menantu,” jelas Saparudin.

Terkait penipuan masuk menjadi Honorer Pemprov Babel yang dialami warga sejumlah daerah di Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang menjadi atensi dari Gubernur Erzaldi Rosman dan Kapolda Brigjen Pol Istiono. Kedua pejabat itu mendorong dan meminta korban untuk melaporkan ke Polda Kepulauan Bangka Belitung. (*)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close