Hukum

Koperasi Abal-abal di Magelang Tipu Nasabahnya Rp6 M

MAGELANG, SENAYANPOST.com – Kepolisian Resort Magelang membekuk Ari Puspitasari, pelaku kejahatan perbankan dengan kerugian mencapai kurang lebih Rp6 miliar. Perempuan berusia 37 itu merupakan warga Talun, Banyudono, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Modusnya, tersangka mengimingi korban keuntungan besar dari bunga jika menyimpan uang di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) abal-abal miliknya.

Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, dalam keterangannya pada jumpa pers di Mapolres Magelang, Jumat (15/2/2019), menjelaskan terkait tindak pidana perbankan dengan kerugian miliaran tersebut.

Tersangka, Ari ini atau AP yang telah melakukan penghimpunan uang secara ilegal dan melakukan penggelapan terhadap uang tersebut.

Seperti diketahui, AP ini adalah Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Wahyu Arta Kusuma yang beralamat di Ruko Blabak Square No 32, Kecamatan Mungkid.

Namun bukannya untung yang didapatkan oleh nasabah, justru uang simpanan mereka digelapkan oleh AP.

Koperasi tersebut ternyata juga koperasi abal-abal tanpa izin resmi dari Bank Indonesia.

“Tersangka melakukan penghimpunan uang dari nasabahnya, menawarkan keuntungan besar dengan menyimpan uang di koperasinya. Bukannya untung, tetapi pelaku justru menggelapkan uang para nasabah,” ujarnya dikutip dari Tribunnews.

Nilai uang yang digelapkan tersangka AP ini cukup besar. Dari laporan yang masuk ke kepolisian, kurang lebih uang nasabah sebesar Rp6 miliar yang telah digelapkan pelaku.

Tersangka melakukan kejahatan tersebut selama setahun tahun 2016 lalu. Baru setelah koperasi itu tutup pada tahun 2017 lalu, nasabah tersadar akan perbuatan pelaku.

Yudianto mengatakan, uang sebesar Rp6 miliar tersebut sebagian digunakan untuk kepentingan pribadi pelaku. Sementara lainnya untuk membayar utang-utang pelaku.

Para korban yang akan mengambil uangnya, terkejut saat KSP tersebut telah bubar.

“Uang sebesar Rp2 miliar ini dari satu nasabah saja. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan juga laporan yang menyusul ada lagi kerugian sampai sekitar Rp4 miliar. Artinya sudah Rp 6 Miliar lebih yang digelapkannya. Kami masih mencari korban lainnya,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Bayu Puji Hariyanto mengatakan, tersangka telah menjadi buronan selama sembilan bulan terakhir ini.

Tersangka ini berhasil ditangkap di Klampok Banjarnegara dalam pelarian menuju Jakarta bersama kekasihnya.

“Dia sudah menjadi buronan selama 9 bulan. Saat ditangkap di Klampok Banjarnegara akan menuju Jakarta,” ujarnya.

Uang yang terkumpul dari nasabah tersebut, kata dia, digunakan untuk membayar hutang-hutangnya.

“Uang oleh tersangka untuk gali lubang tutup lubang (membayar hutang),” katanya. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close