Ekonomi

Konsumen Hindari Interaksi Fisik, UMKM Harus Go Digital

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Untuk memutus rantai penularan covid-19, aktivitas digital menjadi panglima dalam keseharian masyarakat terutama kalangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Digitalisasi UMKM tidak hanya bisa memasarkan produk dan layanan melalui marketplace,” kata Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi, dalam Urbancity.id Webinar bertajuk “Koperasi dan UMKM Go Digital Di Era New Normal” di Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Ia menambahkan, mereka yang sudah ada di marketplace juga harus bertahan dan memiliki transaksi berkelanjutan.

Ia mengingatkan, kegagalan UMKM di marketplace adalah karena produk dan pelaku belum siap.

Perubahan perilaku konsumen dengan membatasi interaksi fisik dan mengurangi aktivitas di luar rumah ini, tambahnya, terbukti dapat memberi peluang lebih besar kepada UMKM yang sudah terhubung dengan ekosistem digital.

“Sayangnya, peluang tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh UMKM, karena dari sekitar 64 juta populasi UMKM di Indonesia, baru 13% saja yang terhubung ke ekosistem digital,” kata Zabadi.

Karena itu, lanjutnya, perlu keterlibatan pemerintah dan berbagai pihak untuk meningkatkan literasi manfaat UMKM masuk ke ekosistem digital dan inkubasi untuk mengakselerasi kesiapan mereka.

Pakar Digital Marketing Adreas Agung Bawono menambahkan, perilaku konsumen yang serba online melalui berbagai fasilitas media sosial dalam memenuhi kebutuhan hariannya perlu cepat diadaptasi oleh pelaku UMKM dengan melakukan digitalisasi bisnis.

Ketika butuh sesuatu barang, kini setiap orang cukup membuka smart phone, lalu browsing di google, instagram, facebook atau youtube. Nah, ketika produk dan layanan UMKM tak tersedia pada fasilitas media sosial tersebut, maka sudah pasti akan tertinggal, katanya.

Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, Ryan Kiryanto mengungkapkan, digitalisasi dalam pengembangan UMKM telah dilakukan perseroan melalui aplikasi digital dengan basis big data.

Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-73, BNI semakin memantapkan langkah transformasi menjadi perbankan digital, termasuk diantaranya adalah dalam layanan bagi para pelaku UMKM yang disajikan dalam Program Klaster.

Kisah sukses Program Klaster BNI ini dicatat dalam buku bertajuk “Inovasi Pengembangan UMKM melalui Klaster Binaan Unggulan”.

Langkah nyata yang BNI lakukan dalam digitalisasi layanan bagi UMKM dilakukan dalam bentuk pengembangan teknologi informasi pendukung di antaranya digital loan processing.

Layanan tersebut adalah berupa pengembangan aplikasi digital loan untuk memproses kredit secara masif.

BNI sangat siap dan optimis menyambut era kemajuan teknologi dengan melakukan tranformasi transaksi perbankan dan penyaluran kredit dari yang berbasis konvensional menjadi berbasis teknologi digital. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close