Nasional

Komnas PA: Bali Wilayah Rawan Pedofilia di Asia

BALI, SENAYANPOST.com – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait menyebut pada tahun 2018 Bali merupakan wilayah yang rawan pedofilia di Asia.

Bahkan dibandingkan dengan wilayah di negara lain di Asia, kata Arist, Bali menempati posisi 3 dalam laporan kasus pedofilia terbanyak sepanjang 2018 dengan total 89 laporan.

Sedangkan untuk kasus kekerasan terhadap anak, kata Arist, Bali berada di peringkat 17 dari 34 provinsi di Indonesia. Menurut Arist, kasus kekerasan terhadap anak paling marak terjadi di DKI Jakarta.

“Di Bali tahun 2018 itu saya mendapatkan pelaporan itu 89 kasus pedofilia. Itu (hanya) lebih rendah dari Thailand dan Filipina, Bali berada di posisi tiga,” ujar Arist saat melakukan sidak ke Asrham Gandhi, Bali, yang diduga salah satu pengelolanya melakukan cabul terhadap anak-anak pada Kamis (14/2).

“Kalau bentuk kekerasan (terhadap anak) di Denpasar (Bali -red) masuk ke posisi 17 dari 34 provinsi,” lanjutnya dikutip dari Kumparan.

Arist menyayangkan kasus pedofilia masih terus terjadi. Ironisnya, pelaku biasanya berasal dari orang terdekat korban. Ia pun mencontohkan kasus dugaan pedofila di Ashram Gandhi.

“Sangat mengkhawatirkan ini karena pelakunya adalah orang dekat bukan orang jauh. Ini Ashram (Gandhi) ini kan diduga orang dekat, ” kata dia.

Ia juga menyakini, kejahatan pedofilia ini terjadi secara kelompok. Ia mencontohkan kasus yang terjadi di Buleleng beberapa waktu.

“Dan itu di sini terjadi disebut Gang Rape terjadi di Buleleng ada 4 orang melakukan kejahatan seksual pada anak dan dilakukan berulang. Artinya, kejahatan seksual bukan hanya dilakukan secara individu tetapi juga berkelompok,” jelasnya.

Arist pun berharap kasus ini bisa ditekan dengan kesadaran masyarakat akan bahayanya kasus pedofilia. Apalagi, korban yang pernah mengalami kejahatan seksual biasanya berpeluang menjadi pelaku.

“Menurut kajiannya seperti itu, korban bisa jadi pelaku,” ucapnya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close