Kriminal

Komnas HAM Desak Kejaksaan dan Lapas Kotabaru Bertanggung Jawab

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Wakil Ketua Komisi Hak Azasi Manusia, Hairansyah SH MH mendesak Kejaksaan Negeri Kotabaru dan pihak Lapas Klas IIB Kotabaru menjelaskan secara resmi dan benar soal tewasnya M Yusuf, wartawan media online di Lapas Kotabaru, pada Minggu (10/6/2018) kemarin.

“Kami dari Komnas HAM sangat menyesalkan tewasnya M Yusuf, seorang wartawan yang dipidana lantaran menjalankan profesinya. Pihak Kejaksaan Negeri dan pihak Lapas harus menjelaskan secara resmi dengan benar serta bertanggung jawab,” kata Hairansyah di Jakarta, Senin (11/6/2018).

Menurut Hairansyah, kasus tewasnya M Yusuf dalam Lapas Kotabaru ini berawal dari hal yang janggal.

“Yang bersangkutan menuliskan berita menyangkut perusahaan sawit PT Multi Sarana Agro Mandiri. Oleh perusahaan dilaporkan ke polisi. Dengan sigap polisi menangkap Yusuf dan menjeratnya dengan UU ITE,” kata Hairansyah.

Dijelaskan, berdasarkan laporan keluarga, Yusuf ditangkap di Bandara saat akan bertolak ke Jakarta.

Hairansyah menegaskan, seharusnya permasalahan pemberitaan pers diselesaikan dengan mekanisme hak jawab atau sengketa pers di dewan pers. “Bukan langsung dengan pemidanaan,” kata mantan Anggota KPUD Kalsel tersebut.

Karena persoalan pemberitaan, imbuh dia, maka berita yang dituliskan seorang wartawan harus dihargai sebagai hak menyatakan pendapat, yang sekaligus adalah bagian dari Hak Azasi Manusia.

“Kalau kita belajar lagi soal HAM, pada Pasal 4 UU No 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia menyatakan, hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun,” tegasnya.

Tewasnya M Yusuf dalam Rutan Klas IIB Kotabaru setelah tidak mendapatkan penangguhan penahanan, kata Hairansyah, adalah fakta penistaan terhadap HAM.

“Apalagi M Yusuf ini memiliki riwayat penyakit jantung. Semestinya, upaya penangguhan penahanan sangat mungkin didapatkan agar yang bersangkutan bisa melakukan pengobatan dengan baik,” imbuhnya.

Komnas HAM akan membentuk tim untuk melakukan pemantauan dan investigasi atas kematian wartawan kemajuan rakyat tersebut. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close