Komnas HAM Bongkar Konspirasi Kebohongan Mumarman FPI dan Najwa Shihab

Komnas HAM Bongkar Konspirasi Kebohongan Mumarman FPI dan Najwa Shihab
Ninoy Karundeng

Oleh: Ninoy Karundeng

KETERANGAN yang diberikan Komnas HAM membongkar konspirasi Munarnam dan Najwa Shihab. Kongkalikong menggiring opini sesat dipatahkan. Strategi konspiratif FPI, Munarman, dan Najwa Shihab yang sangat rapi, tampak cerdas terkuak ke permukaan.

Najwa Shihab menggambarkan luka 6 laskar perusuh yang tewas, lobang tembakan, luka lebam, dan aneka keterangan menyesatkan terbantahkan. Narasi kebohongan yang dibangun Munarman, dengan mengaburkan peristiwa serangan 6 teroris FPI terhadap aparat, terbantahkan. 

Rekonstroksi peristiwa yang sangat detail, dengan 58 adegan dipaparkan ke publik. Sebanyak 28 saksi dihadirkan. Termasuk empat saksi korban penyerangan oleh laskar FPI. Peristiwa penegakan hukum menghabisi penyerang aparat keamanan berlangsung gamblang, sesuai hukum. Adegan kejar-kejaran, mobil aparat dipepet iring-iringan mobil pengawal Muhammad Rizieq Shihab (MRS) pun ada di CCTV.

Memang, dua penyerang ditembak mati di tempat. Sisanya ditangkap 4 orang, lalu dibawa ke Polda Metro Jaya dengan mobil aparat. Namun di tengah perjalanan, tiga teroris FPI yang duduk di jok belakang mencekik dan memukuli aparat yang duduk di jok tengah.

Bersamaan dengan itu, satu teroris FPI yang duduk di samping kanan aparat, berusaha merebut senjata petugas. Dalam pembelaan diri dan menghadapi teroris yang terlatih, aparat tak mau mengambil risiko. Ditembak mati. Langkah tepat.

Tewasnya 6 laskar teroris FPI ini dijadikan alasan memojokkan Polri. Digunakan sebagai trigger perlawanan menjatuhkan Jokowi. Munarman pun dengan sengaja melakukan mobilisasi kekuatan narasi. Kebohongan yang dibalut dengan narasi jargon jihad, Islam, syahid, martir. Persis text-book strategi membakar Suriah digunakan oleh Munarman dan FPI.

Munarman, yang didukung oleh Cikeas, Cendana, Chaplin, dan PKS dengan corongnya Hidayat Nur Wahid, menyebarkan fakta palsu. Untuk membangun opini: ada pelanggaran, ada kekejaman.

Munarman tidak pernah menyebut barang bukti. Padahal ada dua unit mobil anggota, satu unit mobil tersangka, enam pasang pakaian tersangka, senjata tajam dan dua senjata api rakitan peluru 9 MM. Masih saja Munarman menyebut tidak ada senjata.

Narasi utama dibangun Munarman untuk menunjukkan adanya kedholiman. Dia koar-koar enam anggota teroris laskar FPI tidak memiliki senjata. Munarman menyembunyikan fakta bahwa FPI terbiasa memiliki senjata. Rizieq Shihab pun berkoar-koar menyembunyikan senjata sejak tahun 2000-an. 

Tujuan membuat berita bohong terkait tidak ada senjata agar publik melihat ada penganiayaan, pembunuhan berdarah dingin. Komnas HAM telah membantah adanya penganiayaan. Padahal, dengan dibangunnya opini seperti itu, Munarman berharap terjadi kerusuhan lebih besar. Dan, Jokowi jatuh.

Bukti konspirasi narasi kejahatan Munarman ini didukung sejumlah fakta. Untuk membuat kerusuhan seperti Suriah. Keterlibatan KAMI, keterlibatan LSM penerima dana asing yang berisik, dan pembelaan oleh Fadli Zon, Amien Rais, Anies Baswedan, perginya Jusuf Kalla ke Afghanistan sebagai bagian dari bargaining position bahlul, dan serangan masif di media sosial.

Juga keterlibatan Jerman dalam memanfaatkan situasi panas dengan mendukung FPI. FPI jelas menjadi proxy kejahatan politik Jerman yang kehabisan akal soal nikel. Karena Jokowi tidak menjual nikel yang dibutuhkan industri otomotif Jerman.

Bahkan saking gilanya Munarman, dia menyebarkan kebohongan adanya rumah penganiayaan. Agar publik melihat seperti pembantaian PKI. Narasi yang dibangun Munarman menambahkan gelar pahlawan untuk 6 teroris FPI yang tewas karena menyerang aparat. Melalui kaki tangannya: MBI.

Kelakukan ugal-ugalan Munarman didukung oleh Najwa Shihab. Tujuannya jelas. Untuk mengamplifikasi kebohongan. Acara Najwa Shihab menghadirkan narasumber palsu di acara harus diselidiki polisi. Karena narasumber yang mengaku ada di kejadian adalah rekayasa.

Ini penting diluruskan. Najwa Shihab membuat jurnalisme hoaks dan membuat pernyataan menyesatkan. Sedangkan Najwa Shihab tidak punya legitimasi, hak hukum. Dia harus diusut.

Bantahan Komnas HAM tentang rumah penganiayaan dan konfirmasi adanya senjata milik teroris FPI untuk menyerang aparat di jalan tol dan rest membuat konspirasi kebohongan Munarman, FPI, dan Najwa Shihab terbongkar. Tidak ada ruang hukum bagi Munarman untuk berkelit. Juga MRS dan Najwa Shihab. Kolaborasi konspirasi yang sangat berbahaya.