Politik

Komisi VIII DPR RI Ajak Umat Islam Berpuasa Konflik

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Anggota Komisi VIII DPR RI Deding Ishak mengajak umat Islam memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan tidak hanya berpuasa menahan lapar dan dahaga, tetapi jugai menahan diri dari pernyataan sikap dan tindakan yang dapat memicu konflik dan merusak persaudaraan dan persatuan bangsa.

​“Sebab bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan, bulan di mana Allah SWT akan mengabulkan permohonan hamba-hamba-Nya. Oleh sebab itulah mari kita menjaga lisan kita dan berdoa agar bangsa ini rukun dan bersatu menjadi negeri yang baldatun thoyibatun wa rabbun ghafur di bawah pemimpin yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT,” kata Deding dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

​Deding yang juga Ketua Umum DPP Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) ini menjelaskan, Pemilu serentak 2019 terlepas dari segala kekurangannya merupakan ikhtiar demokrasi yang harus dihormati dan disyukuri pencapaianya.

Jika ada pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil Pilpres khususnya, dia anjurkan untuk menggunakan mekanisme hukum yakni melalui Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga yang menangani sengketa pemilu.

​“Cara-cara seperti ini merupakan langkah yang konstitusional, elegan, santun dan beradab sesuai dengan jatidiri bangsa Indonesia. Daripada kita turun ke jalan yang dapat memicu konflik dan perpecahan sebagaimana demonstrasi yang terjadi pada tanggal 21 Mei 2019 malam yang lalu,” kata Deding yang juga Ketua STAI Al-Jawami Bandung ini.

​Dia juga meyakinkan, siapa pun yang akan terpilih sebagai Presiden RI yang akan datang adalah pemimpin yang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT.

Dia lantas menyitir Al-Qur’an Surat Ali Imran Ayat 26 di mana Allah SWT berfirman: “Katakanlah: Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang-orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close