Teknologi

Kominfo Bakal Bicara dengan Operator Seluler Untuk Blokir Ponsel Ilegal

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan berbicara dengan operator seluler mengenai pemberlakuan beleid untuk memblokir ponsel ilegal. Hal ini terkait dengan penolakan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) untuk membeli alat pemblokir ponsel itu karena sangat mahal.

Sebelumnya tiga kementerian yakni Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kominfo belum lama ini menandatangani peraturan mengenai pemblokiran ponsel illegal melalui IMEI secara bersamaan. Pemberlakuan peraturan itu akan dilakukan setelah 6 bulan pasca beleid itu diteken.

Dari sisi teknis, pemerintah berencana akan menerapkan teknologi Equipment Identity Register (EIR) untuk memblokir ponsel-ponsel illegal yang terhubung melalui IMEI. Tetapi, beleid ini ternyata membebani operator seluler untuk mengalokasikan dana investasi membeli teknologi itu.

Menurut Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI)Kominfo Ismail pihaknya akan dibicarakan penerapan beleid tersebut bersama operator seluler. Pemerintah sendiri, kata dia, juga tak ingin terlalu membebani operator seluler.

“Itu bagian dari teknikal yang akan kami diskusikan selama enam bulan ini dengan operator seluler. Kita buat supaya juga tidak terlalu membebani temen-temen operator. Solusinya kita diskusikan dengan teman-teman ATSI,” jelasnya kepada awak media di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Ismail juga mengatakan, persoalan EIR itu dikembalikan lagi ke ATSI. Dia berharap, ATSI dapat mengajukan model SOP yang terbaik untuk mereka. Dan yang terpenting dapat mencapai tujuan.

“Tujuannya adalah pengendalian ponsel illegal,” katanya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close