Nasional

Komentar Istana soal Tas Sembako Jokowi Rp3 Miliar

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pihak Istana akhirnya angkat suara soal bantuan sembako kepada masyarakat. Seperti disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, bahwa memang ada anggaran untuk bantuan sembako di kementerian yang dipimpinnya.

Pos anggaran sembako itu, klaim Pratikno dinamakan Bantuan Sosial (Bansos) Presiden. Pos itu disebut sudah ada sejak zaman dulu.

“Itu bukan pos yang baru sama sekali. Ini pos yang sudah ada sejak dulu, tetapi bagaimana bentuk pengunaannya kan berbeda beda, Bapak Presiden kan menggunakannya secara terbuka, siapa yang menerima,” jelas Pratikno di Jakarta, Selasa (24/4/2018) sebagaimana dilansir Antara.

Pratikno mengklaim dana dari anggaran Bansos Presiden Joko Widodo di kementerian yang dipimpinnya digunakan secara akuntabel atau dapat dipertanggungjawabkan.

“Bapak Presiden kan menggunakannya secara terbuka, jelas siapa yang menerima, kita akuntabel dengan pengunaan dana itu, ada administrasinya,” kata Pratikno.

Sebelumya, Jokowi dikritik terkait dengan pembagian sembako ketika dia melakukan kunjungan ke daerah. Pembagian sembako dinilai salah karena Jokowi berencana untuk maju kembali dalam Pemilihan Presiden 2019.

Sejumlah pihak juga menyoroti lelang elektronik (e-Lelang) untuk pengadaan tas sembako bantuan Presiden. Berdasarkan situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Keuangan, proyek pengadaan itu senilai Rp3 miliar.

Lelang tas sembako presiden ini dibuat 20 April 2018 dan diadakan oleh Kementerian Sekretariat Negara. Lelang itu diberi nama Pengadaan Tas Sembako Bantuan Presiden dengan kode lelang 23246011.

Dalam situs LPSE, biaya pengadaan tas tersebut masuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 dengan nilai pagu paket sebesar Rp3 miliar dan Harga Prakiraan Sendiri (HPS) Paket Rp600 juta. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close