Kolombia Larang Liburan di Pulau yang Suguhkan Seks Bebas

19:30
145
KOLOMBIA -- Iklan paket liburan dari Good Girls Company yang tawarkan layanan seks tanpa batas dan pesta kokain di sebuah pulau di Kolombia. Pemerintah setempat melarang liburan semacam itu. Foto/CEN

CARTAGENA, SENAYANPOST.com —  Pesta mengumbar seks bebas dimana pun tidak ada tempat, termasuk di negara Kolombia. Peradaban setan ini senantiasa ditentang dan di halang.

Para pejabat Kolombia marah dengan iklan perusahaan yang menawarkan paket liburan dengan layanan pesta kokain dan seks tanpa batas di sebuah resort Pulau Cali di negara itu. Pejabat pemerintah memastikan akan melarang liburan yang membuat heboh warga dunia tersebut.

Iklan kontroversial itu dipasang perusahaan Good Girls Company. Dalam iklan video, perusahaan tersebut menjanjikan layanan seks tanpa batas dan pesta kokain untuk wisatawan di sebuah resor di Kolombia. Perusahaan itu mengklaim sudah menyuguhkan 60 pekerja seks.

Dalam iklan di video, Good Girls Company menunjukkan seorang pria muda yang sedang mengendarai sebuah kapal pesiar mewah dengan sekumpulan perempuan berbikini.”Seks tanpa batas disuguhkan,” bunyi iklan tersebut.

”Kami akan memiliki 60 perempuan hot yang melayani 30 klien; akan ada dua wanita untuk masing-masing (tersedia) 24 jam sehari,” kata perusahaan dalam iklan di situsnya. “Harga sudah termasuk semua makanan.”

Operator tur tersebut menjanjikan penumpang “kebahagiaan” selama empat hari mulai dari tanggal 24 sampai 27 November 2017. Setiap wisatawan akan dilayani dua pekerja seks dan tinggal di pulau pribadi di lepas pantai utara Kolombia.

Paket liburan seharga USD1.900 juga menyuguhkan kokain, minuman dan makanan gratis.

Namun, Wali Kota Cartagena Sergio Londono terkejut dengan iklan yang dianggap mempromosikan cabul itu. Dia memastikan bahwa para pejabat tidak mengizinkannya liburan seperti itu terjadi.

“Tidak dapat diterima bahwa mereka ingin menjual kita sebagai tujuan seksual. Itu bukan pariwisata yang kami wakili,” kata Londono, melalui Twitter, seperti dikutip news.com.au, Kamis (12/10/2017).

Menteri Dalam Negeri setempat, Fernando Nino, mengatakan bahwa liburan pariwisata seks semacam itu akan memerlukan izin resmi, yang tidak akan dikabulkan.

”Ini tidak menanggapi kebijakan melawan pelanggaran seksual, pelecehan seksual, pornografi dan untuk alasan itu kami tidak akan memberikannya otorisasi,” katanya.

Penegak hukum akan bekerja untuk mengidentifikasi orang-orang yang datang ke Kolombia untuk mengambil bagian dalam liburan yang menghebohkan itu. Otoritas imigrasi akan menggunakan wewenang untuk menghentikan wisatawan masuk ke negara tersebut dan akan dideportasi.**

Comments

comments