Klaster Secapa AD: 3 Sembuh, Tinggal 9 Orang Masih Positif

Klaster Secapa AD: 3 Sembuh, Tinggal 9 Orang Masih Positif

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Berdasarkan hasil swab lanjutan, sebanyak tiga personel di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat atau Secapa AD, di Bandung, Jawa Barat kembali sembuh dari Virus Corona Covid-19.

“Hasil lab PCR dari swab lanjutan pasien di Secapa AD sampai dengan pagi ini Kamis 13 Agustus, ada 3 pasien lagi yang dinyatakan negatif,” kata Kepala Dinas Penerangan AD Brigjen TNI Nefra Firdaus dalam siaran persnya, Kamis (13/8/2020).

“Jadi dari total 1.308 pasien positif Covid-19 di Secapa AD, pada pagi ini sudah berkurang 1.299 orang atau 99.3 persen sudah menjadi negatif, menjadi tinggal 9 orang atau 0.7 persen masih positif,” tambahnya.

Sementara itu terkait donor plasma, sudah ada 135 orang dilakukan. Adapun ini dilakukan untuk terapi plasma convalescent, yang mana istilah tersebut diartikan pada pemberian plasma darah dari orang yang telah sembuh ke pasien lainnya, untuk pengobatan bagi penderita penyakit yang sama.

“Pagi ini ada 22 perwira mantan Secapa lagi yang Donor Plasma, sehingga total mantan Perwira Secapa AD pen-Donor terapi Plasma Convalesence sampai dengan hari ini berjumlah 135 orang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan bahwa angka kesembuhan pasien Covid-19 di Jawa Barat ebih tinggi dibandingkan kasus positif yang aktif. Berdasarkan data pada Senin kemarin, angka yang sembuh dari Covid-19 mencapai 3.992 orang. sedangkan yang positif aktif sebanyak 2.435 orang.

Kondisi tersebut membuat aktivitas di rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19 yang berada di Jawa Barat masih dalam keadaan stabil, tidak ada penumpukan. Ruang isolasi yang digunakan masih berada di angka 28 persen.

Di lain pihak, angka reproduksi Covid-19 di Jawa Barat berada di angka satu 1,05 seiring dengan temuan kasus baru setelah melakukan tes masif. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta semua pihak waspada karena mayoritas yang terkonfirmasi positif berstatus orang tanpa gejala (OTG).

“Tapi, di Jabar ini mengindikasikan (mayoritas) OTG, (ini) yang harus diwaspadai,” tutupnya