Kisruh TVRI, Hak Siar Liga Inggris Tembus Rp164,2 T

Kisruh TVRI, Hak Siar Liga Inggris Tembus Rp164,2 T

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Polemik TVRI mengungkit soal hak siar Liga Inggris yang ditayangkan televisi milik pemerintah itu.

Soal hak siar Premier League itu, hingga kini masih menjadi hak siar liga sepak bola yang termahal di dunia.

Dikutip dari AP, hak siar Liga Inggris di seluruh dunia naik delapan persen ke 9,2 miliar poundsterling atau setara Rp164,4 triliun untuk tiga tahun ke depan mulai 2019 hingga 2022.

Direktur Eksekutif Premier League Richard Masters mengatakan pendapatan hak siar domestik mengalami penurunan. Namun, Premier League mendapatkan kenaikan pendapatan dari hak siar perusahaan luar Inggris.

Premier League meraih kenaikan 30 persen pendapatan dari perusahaan-perusahaan luar negeri dari hak siar Liga Inggris untuk tiga musim ke depan. Premier League mendapatkan 4,2 miliar poundsterling atau setara Rp75 triliun dari perusahaan luar negeri.

Jumlah pendapatan dari perusahaan luar negeri yang didapat Premier League mengalami kenaikan hingga 30 persen untuk tiga tahun ke depan dari sebelumnya hanya 3,1 miliar poundsterling (setara Rp55,3 triliun).

Dua perusahaan lokal yang berhasil mendapatkan siaran langsung Premier League adalah Sky Sports dan BT Sport. Sementara Amazon menjadi perusahaan yang memegang hak siar live streaming internet Premier League di Inggris.

Untuk di Indonesia, hak siar Liga Inggris dipegang Mola TV hingga 2022. Mola TV juga menjadi pemegang hak siar Liga Inggris di Timor Leste.

TVRI kemudian menjadi stasiun televisi yang menyiarkan Liga Inggris secara free-to-air setelah membeli hak siar dari Mola TV.

Pembelian hak siar Liga Inggris menjadi salah satu faktor penyebab konflik di Dewan Pengawas (Dewas) TVRI dengan Direktur Utama Helmy Yahya.